Diduga “Main Serong”, BKD Haltim Tak Terbitkan SK Lima Peserta P3K

Ilustrasi.

MABA-pm.com, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halmahera Timur (Haltim) diduga main serong atau menyeleweng, sehingga enggan mengakomodir atau menerbitkan SK P3K Formasi Kesehatan dari Lima peserta pada 19 Juni 2023 kemarin.

Padahal kelima peserta tersebut telah mengikuti tahapan seleksi sampai selesai dan dinyatakan lolos mengikuti tes P3K.

Salah satu peserta P3K yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, ia bersama Empat peserta lainnya sudah melalui tahapan tes mulai dari pemberkasa, masa sanggah sampai pada terbitnya SK. Namun, SK yang ditunggu-tunggu tidak diterbitkan BKD Haltim.

Peserta tersebut diketahui lulus dengan nilai tertinggi dengan skor 542, namun setelah lampiran dari BKD Haltim namanya tidak keluar.

“Sedangkan mulai dari tahapan pemberkasan hingga lulus kami tidak bermasalah, dan tidak diberitahukan BKD terkait dengan permasalahan selama mengikuti tahapan tes," ungkapnya, Rabu (21/06/2023).

Dirinya menuturkan, dari Lima peserta, Tiga orang salah formasi dan Dua lainnya bermasalah pada STR, sehingga tidak diterbitkan SK P3K.

“Sementara saya dan teman itu STR kami tidak bermasalah dan masi aktif hingga November 2023. Setelah kami konfirmasi di bagian mutasi, mereka menyampaikan kalian tidak usah hawatir, karena BKD masih konsultasi ke BKN untuk mengakomodir SK kami," tuturnya.

Dirinya menyayangkan kinerja BKD Haltim yang tidak memberitahukan permasalahan mereka, mulai dari tahapan pemberkasan sampai pada penerbitan SK beberapa waktu lalu.

“Apabila peserta yang bermasalah itu disampaikan di grup WhatsApp atau disampaikan secara pribadi, namun kami itu tidak diberitahukan sampai pada penerbitan SK P3K,” kesalnya.

Samsari Muchsin, Sekretaris BKD Haltim dikonfirmasi mengatakan dirinya belum bisa berbicara banyak terkait penerbitan SK tersebut, karena menurutnya itu mejadai kewenangan Kaban BKD dan Kabid Mutasi.

"Saat ini kaban BKD masih agenda keluar daerah, sementara kabid mutasi ada sakit, sehingga saya juga belum bisa bicara terkait dengan permasalahan tersebut," tandasnya.

Adapun, Sekretaris BKD sudah berkoordinasi dengan salah satu staf di bagian mutasi, namun tidak memberikan keterangan. Staf tersebut juga memberikan alasan serupa, yakni kaban BKD dan kabid mutasi yang memiliki tupoksi untuk menjelaksan hal tersebut ke awak media.

Komentar

Loading...