Diduga Putus Cinta, Seorang Pemuda Tobelo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

TOBELO-PM.com, Seorang pemuda bernama Wis Kirus Rajawange (20) asal Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) pukul 05.00 wit pagi, ditemukan tewas gantung diri. Diduga penyebab bunuh diri karena Wis Kirus putus cinta dengan pacarnya.

Pasalnya, sebelum mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri dipohon Kasturi, tepatnya di Desa Katana itu, Wis Kirus diketahui mengirimkan pesan melalui via Messanger Facebook kepada pacarnya. Dalam pesan itu, Ia menuliskan. "Malam ini kita tetap bagantung diri, selamat malam alin, jang lupa kita so tarada. Pada besok (Hari ini) saya mendengar korban sudah bagantong diri," ungkap saksi pacar korban Alin Ibuhu, Minggu (18/04).

Sementara salah satu saksi warga setempat Ferodia Dogumu mengatakan, pada saat itu tepatnya pukul 05.30 wit, saksi keluar dari rumah dengan tujuan ke pantai untuk membeli ikan kepada nelayan yang memancing ikan. Namun para nelayan itu belum pulang. Sehingga saksi memutuskan untuk kembali pulang kerumah, dan setelah kembali kembali pulang kerumah, saksi melihat korban sudah tergantung dengan tali di atas pohon kasturi. "Saat saya balik pulang ke rumah kemudian saya melihat korban sudah tergantung menggunakan tali dipohon kasturi, saya pun berteriak minta bantuan kepada warga, dan warga datang untuk membuka tali yang masih tergantung, namun pada saat tali dilepas korban sudah meninggal," ujarnya.

Terpisah Kasubag Humas Polres Halut Iptu Mansyur Basing membenarkan, pada Hari Minggu Tanggal 19 April 2020, pukul 05.00 wit, Tepatnya Di Desa Katana telah ditemukan seorang laki-laki yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri dengan tali di atas pohon Kasturi.

Atas kejadian itu pada pukul 07.30 Wit,
Kapolsek Tobelo Selatan bersama anggota polsek Tobelo Selatan Turun di TKK desa katana. " Saat turun kami meminta keterangan para saksi, dan korban mengahiri hidup dengan cara gantung diri, diduga karna masalah percintaan, pihak keluarga korban sepakat membuat surat penolakan Otopsi," akhirinya.(mar/red)

Komentar

Loading...