“Lenigrat Togimpo Akui NIM nya Dipakai”

Dugaan Ijazah Palsu Kepsek SD Inpres 2 Binagara Dilaporkan ke Polsek Wasile Selatan

Kantor Polsek Wasile Selatan.

MABA-pm.com, Bukan hanya ditolak menjadi kepala sekolah di SD Inpres 2 Binagara, Ponimin juga telah dilaporkan ke Polsek Wasile Selatan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu.

Dugaan ijazah palsu miliki Kepsek Ponimin dilaporkan pada Sabtu, 25 Februari pecan kemarin, oleh orang tua wali murid dan tokoh masyarakat.

Kemudian laporan juga dibuat mantan Kepsek SD Inpres 2 Binagara, Nurani Tahmid bersama salah satu orang tua wali murid Satria Paputungan pada Senin (27/2/2023) kemarin.

Salah satu orang tua wali murid menyebutkan pihaknya telah membuat pengaduan laporan ijazah palsu ke Polsek Wasile Selatan, disertai dengan bukti-bukti yang dimiliki.

"Jadi telah diakui pemilik Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang tertera dalam ijazah sebenarnya. Itu milik Ibu Lenigrat Togimpo bukan milik Kepsek Ponimin," ujar orang tua wali yang enggan namanya diberitakan.

"Dalam rekaman juga, Lenigrat Togimpo mengatakan Ponimin telah memakai NIM miliknya. Jadi otomatis ijazah yang dimiliki Kepsek Ponimin itu palsu. Dan, diminta untuk dilaporkan saja ke polisi untuk ditindaklanjuti," sambungnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Jamal Esa mengatakan, dirinya bakal turun langsung untuk menindaklanjuti permasalahan di SD Inpres 2 Binagara.

"Jadi rencananya besok saya akan turun langsung ke SD Inpres 2 Binagara, dengan dua hal yang akan  dibahas yakni, terkait keluhan orang tua wali murid dan guru-guru yang menolak kepsek baru, serta masalah ijazah palsu yang dimiliki Kepsek Ponimin," ujarnya, Selasa (28/2/2023).

Dirinya menambahkan, persoalan ijazah palsu yang telah dilaporkan merupakan ranah kepolisian, dinas tidak bisa mengintervensi.

"Apabila ijazah yang dimiliki Kepsek Ponimin itu palsu, maka akan dikenakan sanksi tegas diantaranya evaluasi berupa pencopotan jabatan dari kepsek," tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Wasile Selatan, Ipda Nurmala Ismail saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan belum menerima laporan tersebut.

"Saya masih mengunggu informasi dari Kanit Reskrim," singkatnya.

Komentar

Loading...