Ini Alasan Pegawai Tidak Tetap Pilih Jadi Karyawan Perusahan

ILustrasi : Pegawai Perusahan

WEDA-PM.com, Bukan rahasia lagi
jika gaji pegawai tidak tetap (PTT) saat ini terbilang rendah. Bahkan, gaji mereka
di bawa standar upah minimum regional (UMP) di Maluku Utara. Di Halmahera
Tengah, setiap bulan PTT menerima gaji di bawa Rp 1 juta. Sementara menjadi
karyawan perusahaan setiap bulanya menerima gaji Rp 6 sampai Rp 7 juta.

Kondisi
ini yang melatar belakangi sejumlah pegawai tidak tetap di Halteng memilih jadi
karyawan perusahaan, ketimbang menjadi honor daerah dengan gaji Rp 600 ribu sampai
700 ribuh perbulan.

Informasi
yang diperoleh Posko Malut ini, PTT Halteng yang berhenti sebagian berada di
wilayah lingkar tambang seperti Desa Lelilef, Desa Gemaf, Sagea dan sekitarnya.
Mareka berstatus sebagai guru, kesehatan, PTT umum bahkan Satpol PP.

Ketua
DPRD Halteng sementara, Aswar Salim dikonfirmasi mengatakan, gaji PTT Pemkab Halteng
memang sangat kecil, bahkan tidak sesuai dengan standar UMP."Untuk itu,
kita akan desak pemkab melalui bupati dan wakil bupati, agar tahun 2020 biaya
honor daerah harus ditingkatkan,"kata Aswar.

Aswar mengatakan, gaji PTT Pemkab Halteng tahun depan sudah harus naik dari Rp 600 ribu ke Rp 1 juta, bahkan perlu sesuai UPM  Malut.”Hadirnya perusahaan di Halteng, membuat guru-guru, berhenti sebagai PTT dan memilih masuk bekerja di perusahaan.

Akibatnya, guru, tenaga kesehatan serta Satpol PP Pemkab Halteng berkurang, terutama daerah lingkar tambang. Orang lebih nyaman, sejahtera dengan pendapatan yang lebih bagus, jadi karyawan perusahaan, karena 1 bulan bisa Rp 6 sampai Rp 7 juta. Tapi kalau jadi honorer 1 bulan Rp 600 ribu," katanya. (red)

Artikel ini telah diterbitkan
di SH Posko Malut, edisi Senin 30 September 2019 dengan judul
“Honor Kecil, PTT Pilih Jadi
Karyawan Perusahaan’

Komentar

Loading...