TERNATE-PM.com, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (IPMI) Makeang-Kayoa, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara secepatnya membentuk tim pencari pelaku pembunuhan di hutan Patani, Halmahera Tengah, Sabtu 22 Maret pekan lalu..
Desak itu disampaikan IPMI-Makayoa karena 3 orang korban (meninggal) satu diantaranya atas nama Risno Muhlis (Almarhum) adalah mantan pengurus IPMI-Makayoa.
Melalui Wakil Ketua IPMI Makayoa, Rizki H. Bada, mengatakan, Polda Maluku Utara melalui wilayah hukumnya di Polres Halmahera Tengah (Halteng) agar secepatnya masalah ini dapat diungkapkan ke publik, siapa di balik kasus pembunuhan tersebut.
“Ini kasus luar biasa yang harus cepat ditangani. Jangan sampai hilang jejak-jejak pelaku, harus ada tim khusus pencari fakta dari kasus ini,” ucap Rizki H. Bada, Kamis (25/3/2021).
Rizki mengatakan, apalagi kasus ini sudah berulang kali terjadi. Pihak kepolisian perlu membentuk posko khusus di area yang perlu dijaga ketat, terutama kawasan yang kerap dilalui para pelaku.
“Semua pihak harus bergerak, tapi karena ini wilayah hukum, dan jangan sampai ada pergerakan masa ke titik kejadian, sebaiknya secepatnya membentuk tim, menelusuri semua tempat di sekitar lokasi pembunuhan,” tandas Rizki.
Menurut Rizki, pihaknya akan terus mengawal kasus ini, karena ini masuk pidana murni misalkan dalam Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Seperti diketahui kronologi kasus pembunuhan berdarah di Hutan Halmahera itu. Awalnya Lima warga Desa Batu Dua dan satu warga asal Desa Masure Kecamatan Patani Timur, Halmahera Tengah di tambah satu Anggota TNI yang dinyatakan hilang di hutan pada Sabtu, 20 Maret pekan lalu, selang beberapa hari sudah ditemukan namun tiga orang diatanya tewas dibunuh. Tiga korban yang ditemukan tewas karena diduga diserang orang tidak dikenal (OTK) itu Risno Muhlis warga asal Desa Soma Makian Pulau, Yusup Kades warga Desa Batu Dua ,Patani Utara dan satu warga Desa Masure Patani Timur Hi.Masani. (Mgr/red)



Tinggalkan Balasan