Jika Projek Power Plan PT Antam Tak Ada Progres, Ini Opsi yang Diberikan Pemda Haltim

Sekda Haltim, Ricky Khairul Rifat.

MABA-PM.com, Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Haltim bakal melakukan kunjungan ke DPR- RI dan Kementrian BUMN terkait dengan projek power plan PT Antam. Kunjungan itu dilakukan apabila tidak ada progres power plan sampai pada tangal 30 April 2022.

Sekda Haltim, Ricky Khairul Rifat menyampaikan, pemerintah daerah dan DPRD telah berkomitmen untuk melihat dulu progres dari PT Antam dalam jangka waktu Februari sampai 30 April. Apakah perusahaan plat merah itu bisa melaporkan perkembangan projek power plan secara periodik ke Pemda Haltim atau tidak.

"PT Antam menjanjikan pada tangal 30 April. Itu dilihat dulu apakah dalam kurung waktu Januari sampai April ada laporan periodik atau tidak. Dalam kurung watu tersebut tidak ada perkembangan yang dilaporkan ke pemda, maka kami ambil langkah selanjutnya," kata Ricky, Kamis (13/1/2022).

Lanjutnya, apabila hal tersebut bagi Pemda tidak ada progres, maka ada dua opsi yang diambil. Pertama, akan melakukan koordinasi dengan mentri BUMN, dan yang kedua akan berkoordinasi dengan DPRD untuk melakukan kujungan ke Komusi VII DPD RI.

"Opsi itu akan diambil apabila kami dan DPRD mengangap bahwa pihak PT Antam tidak melaporkan secara periodik perkembangan sampai tangal 30 Apri," tandasnya.

Senada, Idrus Maleke, Wakil Ketua II DPRD Haltim mengatakan, pihaknya telah menyampaikan ke wakil bupati, bahwa DPRD, pemda dan perwakilan masyarakat bakal bertemu dengan komisi VII DPRD RI dan Kementrian BUMN.

"Jadi kami sudah sampaikan ke wakil bahwa pemda, DPRD bersama perwakilan masyarakat, harusnya kita sudah segera untuk bertemu dengan komisi VII DPRD RI dan Kementrian BUMN," ujarnya kepada wartawan.

Dikatakanya, pertemuan tersebut mungkin bisa membantu percepatan negosiasi yang dilakukan PT Antam dengan PLN sehinga pongoperasian powr plan cepat terwujut.

"Paling tidak, kita juga dapat informasi yang pasti bahwa pabrik tersebut mau jadi," pungkasnya.

Komentar

Loading...