poskomalut, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Puluhan ribu hektare lahan, baik kawasan hutan maupun perkebunan warga, dilaporkan terdampak kobaran api. Kebakaran juga terjadi di sedikitnya tujuh titik dalam waktu berdekatan.

Kondisi ini membuat Pemda Pulau Morotai kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, rumput maupun lahan secara sembarangan. Terlebih, angin kencang membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Plt Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, menyebut sebagian titik kebakaran telah berhasil dipadamkan. Namun, potensi munculnya titik api baru masih cukup tinggi.

“Kami meminta warga tidak membakar secara sembarangan, karena api bisa menjalar ke mana-mana. Apalagi angin bertiup kencang dan juga dapat menimbulkan asap tebal,” pinta Akri, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi diduga tidak seluruhnya disebabkan faktor alam. Ada indikasi sebagian kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Akri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap kemunculan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Di sisi lain, penanganan kebakaran di Morotai masih terkendala keterbatasan armada pemadam. Kondisi ini membuat petugas tidak selalu bisa merespons seluruh laporan secara bersamaan.

“Kami juga meminta pengertian masyarakat, karena tidak semua laporan kebakaran bisa langsung kami layani akibat keterbatasan armada pemadam kebakaran,” ujarnya.

Pemda pun kembali mengingatkan warga untuk menghentikan aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi angin cukup kencang.