Kejari Haltim Raih Penghargaan Kerja Terbaik ke-2 Tahun 2022

Kepala Kejaksaan Negeri Haltim, I Ketut Tarima Darsana.

MABA-pm.com, Kejaksaan Negeri Halmahera Timur (Haltim) pada tahun 2022 menunjukkan capaian kinerja positif.

Atas capaian kinerja tersebut Kejari Haltim mendapat apresiasi dari Kejaksaan Tinggi Maluku Utara sebagai Peraih Capaian Kinerja Terbaik Ke-2 dalam Bidang Intelijen dan Bidang Tindak Pidana Khusus dalam Rapat Kerja Daerah.

Kepala Kejaksaan Negeri Haltim, I Ketut Tarima Darsana, menyampaikan terima kasih terhadap seluruh pihak yang turut berpartisipasi aktif membantu dan mendukung kinerja mereka di antaranya masyarakat Haltim, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan segenap insan pers di wilayah Maluku Utara.

"Ke depannya diharapkan dukungan dan kolaborasi antara instansi dengan masyarakat terus dilakukan dan ditingkatkan dengan harapan lebih menigkatkan kinerja Kejaksaan Negeri Halmahera Timur," harapnya.

Untuk capaian kinerja Haltim 2022 pada Bidang Tindak Pidana Umum, dari 41 SPDP yang diterima 33 dalam proses penuntutan, 1 perkara berhasil dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif dan 22 perkara telah dilaksanakan eksekusi.

Sementara capaian, bidang tindak pidana khusus kegiatan penyelidikan ditargetkan 2 kegiatan terealisasi 2 kegiatan, sedang kegiatan penyidikan ditargetkan 2 kegiatan terealiasasi 7 kegiatan, kegiatan penuntutan ditargetkan 2 kegiatan terealiasai 6 kegiatan dan kegiatan eksekusi ditargetkan 2 kegiatan terealiasi 5 kegiatan.

"Atas pelaksanaan seluruh kegiatan tersebut Kejari Halmahera Timur berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara dengan total sebesar Rp527.421.084,48," tandasnya.

Untuk bidang perdata dan tata usaha negara, kata dia, terdapat empat kegiatan pertimbangan hukum yang terdiri dari pendampingan hukum dan 21 pelayanan hukum dari 18 Surat Kuasa Khusus (SKK) Samsat Haltim dan 3 SKK dari Sekretariat Daerah Haltim, bidang pengelolaan barang bukti dan barang rampasan.

"Kegiatan pemeliharaan barang bukti dan barang rampasan sebanyak 28 barang, kegiatan pemusnahan barang nukti sebanyak 2 kegiatan dan penyelesaian narang bukti (lelang) sebanyak 2 kegiatan," paparnya.

Dan, pada bidang intelijen, diantaranya kegiatan operasi ontelijen penegakan hukum yang ditargetkan 1 kegiatan terealisasi 18 kegiatan, kegiatan pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan target 1 kegiatan terealisasi 1 kegiatan.

"Kegiatan penerangan hukum target 1 kegiatan terealisasi 2 kegiatan, penyuluhan hukum yang terdiri dari jaksa masuk sekolah, jaksa menyapa dan program jaga desa ditargetkan 6 kegiatan terealisasi 6 kegiatan," pungkasnya.

Komentar

Loading...