KUA-PPAS APBD Perubahan Halmahera Timur Zero Defisit

Rapat paripurna ke-7 masa sidang ke II yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD Halmahera Timur.

MABA-pm.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur menggelar rapat paripurna penyampaian Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2024, dengan estimasi anggaran pendapatan daerah sebesar Rp1.165 triliun.

Penyampaian KUA-PPAS perubahan tahun anggaran 2023 melalui rapat paripurna ke-7 masa persidangan ke-II tahun sidang 2023 yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Halmahera Timur, Senin, (24/07/2023).

Bupati Haltim Ubaid Yakub dalam pidatonya menyampaikan deskripsi Perubahan KUA dan Perubahan PPAS tahun anggaran 2023, lebih diarahkan pada penyesuaian pendapatan daerah terutama pendapatan transfer pusat.

Sedangkan dari sisi alokasi belanja untuk memenuhi program dan kegiatan yang dipandang harus ditingkatkan capaian kinerjanya dengan melakukan rasionalisasi anggaran dan penyesuaian kembali terhadap kegiatan-kegiatan.

Adapun, gambaran umum mengenai Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023, pendapatan daerah pada fase perubahan tahun 2023 secara total mengalami peningkatan sebesar Rp84.771.223.404,81, dari target pendapatan sebelumnya yang ditargetkan sebesar Rp1.081.153.966.170,00, atau naik sebesar 7,84%.

Pendapatan transfer pada fase perubahan tahun anggaran 2023 diestimasi sebesar Rp1.125.014.386.404,81 mengalami peningkatan sebesar Rp 160.231.223.404,81 dari target awal sebesar Rp 964.783.163.000,00 atau naik sebesar 16,61%.

“Terjadi penambahan pendapatan dan penyesuaian kembali sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

Sementra transfer antar pemerintah daerah kata Ubaid, pada fase Perubahan Tahun Anggaran 2023 diestimasi sebesar Rp48.314.839.000,00 mengalami peningkatan sebesar Rp13.000.000.000,00 dari target awal sebesar Rp35.314.839.000,00 atau naik sebesar 36,81%.

Sedangkan belanja daerah pada fase perubahan tahun anggaran 2023 secara total mengalami peningkatan sebesar Rp 199.000.000.000,00 dari rencana total Belanja Daerah sebelumnya yang sebesar Rp1.223.104.700.397,00 atau naik sebesar 16,27%.

Dengan demikian kata Ubaid, estimasi total pendapatan daerah pada fase perubahan tahun anggaran 2023 adalah sebesar Rp1.165.925.189.574,81.

“Jika dibandingkan dengan estimasi total belanja daerah yang mencapai jumlah sebesar Rp1.422.104.700.397,00, maka diperkirakan akan terjadi defisit anggaran sebesar Rp256.179.510.822,19 yang akan ditutupi dengan Pembiayaan Netto Rp256.179.510.822,19 yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Tahun anggaran sebelumnya,” tukasnya.

Komentar

Loading...