TERNATE-pm.com, Seleksi terbuka jabatan tinggi pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kota Ternate, tinggal menuggu pengumuman hasil akhir.
Panitia seleksi (Pansel) diketahui sudah menerima hasil ujian kompetensi (Ukom) posisi kursi nomor tiga di Lingkungan Pemkot Ternate itu, dan disampaikan ke wali kota sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Dalam tahapan seleksi, terdapat tiga nama yang mengikuti proses penilaian, yakni Hi. Abdullah Hi. Saleh, Aldi Ali dan Rizal Marsaoly.
Sumber terpercaya poskomalut.com menyebutkan perolehan nilai Ukom dari masing-masing calon Sekda sudah keluar.
“Rizal Marsoaly memiliki nilai tertinggi rata-rata 95,5, disusul Hi. Abdullah Hi. Saleh di angka 88,5. Sementara, Aldi Ali mengumpulkan nilai rata-rata 87,5,” ungkapnya, Jumat (29/12/2023).
Presentasi perolehan nilai itu nantinya dijadikan rujukan Wali Kota Ternate, M. Tauhdi Soleman untuk menunjuk siapa pejabat yang laik mengisi posisi Sekda.
Peluang Calon Sekda
Sejak dibuka pada 22 November- 7 Desember 2023, seleksi Sekda diharapkan berjalan profesional dan tanpa interfensi politik. Tujuannya, pejabat yang ditunjuk nanti dapat membantu wali kota dalam mengelola pemerintahan dengan baik.
Ketiga calon tersebut, misalnya Aldi Ali, dianggap pantas jika M. Tauhid Soleman memilihnya sebagai Sekda. Namun, pilihan itu disinyalir hanya untuk memuluskan langkah politik wali kota menghadapi Pilkada 2024 dengan target dua periode.
Pasalnya, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Ternate itu diketahui berasal dari etnis Makian Kayoa (Makayoa). Selain itu, ia juga dinilai masih minim pengalaman mengelola birokrasi.
Sementara Rizal Marsaoly, juga bisa menjadi pilihan utama wali kota. Meski mendulang point tertinggi dalam seleksi, namun publik dipastikan menyoal keputusan itu. Ini dilihat dari beragam respon publik terhadap keikutsertaan Rizal dalam seleksi Sekda.
Kepala Beppelitbangda Kota Ternate itu dinilai memuluskan politik dinasti, jika terpilih menjadi Sekda, karena memiliki hubungan emosional dengan M. Tauhid Soleman.
Rizal diketahui kenyang pengalaman dalam mengelola birokrasi. Dimana pada kepemimpinan era mendiang Syamsir Andili hingga Burhan Abdurahman, ipar wali kota itu sudah memegang kendali dalam hal perencanaan hingga menduduki posisi pucuk pimpinan di beberapa dinas strategis.
Sedangkan, Hi. Abdullah Hi. Saleh, dinilai tidak punya beban politik jika dirinya ditunjuk sebagai Sekda Kota Ternate. Kepala BPKAD Kota Ternate itu diketahui hanya memiliki kedekatan korps IPDN dengan wali kota. Publik tentu mengetahui solidnya semangat korps IPDN dalam mengamankan posisi strategis.
Meski di antara tiga nama tersebut masing-masing memiliki kans kuat menjabat Sekda, M. Tauhdi Soleman sudah punya kriteria untuk menentukan pilihan.
Wali kota kepada wartawan beberapa waktu lalu tidak menyampaikan spesifik siapa sosok yang akan ditunjuk.
Dirinya hanya menyampaikan pejabat yang dipilih harus punya kemampuan membantu kepala daerah, dan fleksibilatas dalam pengambilan keputusan.
Mantan Sekda Kota Ternate itu mengatakan, yang terpenting adalah loyal dalam menjalankan tugas.
“Paling inti adalah loyal, pastinya pekerja, punya kemampuan untuk mendrive seluruh OPD dengan baik,” ungkapnya dikutip dari Halmaherapost.com, Senin 18 Desember 2023.
Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Ternate, Samin Marsaoly dalam upaya konfirmasi terkait hasil Ukum seleksi Sekda yang mencuat.



Tinggalkan Balasan