poskomalut, Kekayaan kuliner tradisional Maluku Utara akan kembali diangkat ke layar lebar melalui film dokumenter Rimo-Rimo, sebuah karya yang digarap jurnalis asal Maluku Utara, Rajif Duchlun, bersama tim produksi Bualawa Pictures Visual.
Film dokumenter ini merupakan bagian dari program Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara.
Melalui program tersebut, Rajif menjadi salah satu penerima manfaat yang diberi kesempatan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya lokal dalam bentuk karya audiovisual. Film dokumenter ini rencananya akan diputarkan pada akhir Juli 2026.
Rimo-Rimo sendiri merupakan salah satu gastronomi yang memiliki proses pengolahan unik dan sarat makna budaya.
Teknik memasaknya yang khas menghasilkan cita rasa yang berbeda dari hidangan pada umumnya, sekaligus mencerminkan kekayaan rempah-rempah yang menjadi ciri kuliner di kawasan timur Indonesia.
Namun, di balik kelezatannya, Rimo-Rimo menyimpan nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar makanan.
“Di Maluku Utara, khususnya di Ternate, kuliner tradisional hadir sebagai bagian dari ingatan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Rajif.
Menurutnya, Rimo-Rimo bukan sekadar hidangan yang tersaji di atas meja makan, melainkan sebuah cerita tentang dapur tradisional, tangan-tangan ibu yang meracik setiap bahan dengan penuh kesabaran, serta ruang-ruang kebersamaan yang lahir dari tradisi makan bersama.
“Dalam setiap proses pembuatannya, Rimo-Rimo menyimpan narasi tentang kehidupan masyarakat pesisir dan agraris, tradisi keluarga, hingga cara masyarakat menjaga identitasnya di tengah arus modernisasi,” katanya.
Melalui film dokumenter ini, Rajif berharap masyarakat dapat memandang Rimo-Rimo sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, identitas, dan filosofi kehidupan, bukan hanya sebagai sajian kuliner semata.
Ia menilai dokumenter menjadi medium yang efektif untuk merekam sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Film dokumenter menjadi salah satu media yang paling efektif untuk merekam, mendokumentasikan, dan menyebarkan nilai-nilai budaya tersebut. Melalui film dokumenter, Rimo-Rimo tidak hanya ditampilkan sebagai makanan, tetapi sebagai bagian dari identitas masyarakat Ternate yang hidup, berkembang, dan terus diwariskan,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan