poskomalut.com
baner header

Merasa Dirugikan dengan Keputusan Bupati, Ratusan Bentor di Morotai Mogok Kerja

MOROTAI-PM.com, Keputusan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos yang menurunkan tarif angkutan kendaraan roda tiga (bentor), ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, penetapan tarif angkutan bentor secara sepihak itu, sangat merugikan tukang bentor.  Akibatnya, ratusan pengemudi bentor, Senin (09/12/2019), terpaksa melakukan  aksi mogok dengan tidak melakukan pengangkutan penumpang selama sehari.

Berdasarkan amatan koran ini, ratusan pengemudi bentor sejak pagi hari sudah berkumpul di taman kota Daruba, sebagai bentuk penolakan dengan putusan Bupati Morotai. Para tukang bentor juga membawa spanduk yang bertuliskan “Kami menolak tarif bentor yang baru serta menolakan kebijakan bupati kabupaten pulau morotai”. Aksi para tukang bentor itu menjadi perhatian warga yang ada di sejumlah desa di pusat kabupaten.

Kordinator Bentor, Abdul Utokoi warga desa Gotalamo kepada wartawan mengtakan, putusan sepihak yang diambil Benny Laos sangat merugikan. Karena sebelumnya tidak ada sosialisasi dari Dishub.

“Kami melakukan aksi mogok sebanyak 397 kendaraan ini terkait dengan SK bupati soal tarif, karena sebelumnya tidak ada sosialisai atau rapat yang di lakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) mengenai tarif, dan kami merasa di rugikan dengan tarif yang di patok sesuai SK Bupati, sehingga kami lakukan aksi mogok sebagai bentuk menolak menolak keras tarif baru,” tegas Abdul.

“Nanti kita rapat dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) baru kita lihat sejauh mana masalahnya, karena tarif lama dari terminal ke Juanga itu Rp 15.000 rupiah, sekarang Rp 7.000 rupiah. Ini sangat merugikan bagi kami. Pasalnya, untuk saat ini pendapatan kami dalam sehari Rp 70.000 rupiah sampai Rp 100.000 rupiah, dan itupun kami paksa. Berbeda dengan yang dulu di kepemimpinan mantan Bupati Rusli Sibua itu pendapatan kami sengat bagus dal sehari Rp 150.000 rupiah sampai Rp 300.000 rupiah,” tambahnya. 

Ramlan salah satu tukang bentor juga menegaskan, Pemda Morotai harus berpikir rasional dengan situasi saat ini. Apalagi, saat ini masyarakat Morotai lagi kesulitan mencari kerja. Ramlan membandingkan masa kepimpinan sebelumnya, masyarakat masih mudah mencari kerja, bahkan uang bisa dicari dengan mudah, sehari bisa sampai 300 sampai 400 ribu. Namun, sekarang 100 ribu pun sulit didapat.

“Saat ini uang susah dan itu semua di Morotai merasakan, karena harga kelapa turun baru bahan-bahan di toko semua naik. Satu hari kami stengah mati mencari uang Rp 50.000 rupiah. Itu pun kami paksakan, dan kadang anak-anak sekolah itu sekali angkut 4 orang. Tapi bayar Rp 5.000 rupiah saja karena kami masih membantu, tapi kalau bupati hitung tarif bagitu maka kami akan hitung per kepala,” kesal Ramlan.

“Kalu bilang toleransi kami tolaransi paling tinggi. Karena biasanya penumpang lain uangnya kurang kami terima, dan kadang orang sudah tua kami gratiskan. Begitu juga mahasiswa 3 orang naik bayar hanya Rp 10.000 rupiah, karena kami pikir mereka masih sekolah, dan seharusnya sebelum kebijakan ini keluar oleh Bupati, maka harus buat rapat Kesepakatan dulu dengan kami memulai Organda,” terang Ramlan.

Sementara berdasarkan SK Bupati 261 /KPS/PM/2019 Tentang Penetapan Tarif Angkutan Penumpang Umum Diwilayah Kabupaten Pulau Morotai, sebagai berikut tarif kendaraan angkutan alternatif (Bentor) untuk umum dalam pusat Kabupaten rute Desa Daruba ke Desa Yayasan, Muhajirin, Darame dan Gotalamo Rp 5.000. Sementara untuk pelajar Rp 2.500. Tarif dari dari Desa Daruba ke Wawama untuk umum Rp 6.000, untuk pelajar Rp 2.500, Daruba ke Bandara Pitu Rp 20.000, untuk pelajar Rp 12.000.

Daruba ke Pandanga untuk umum Rp 6.000, sementara untuk pelajar Rp 3.000, Daruba ke Juanga untuk umum Rp 7.000 untuk pelajar Rp 3.500. Daruba ke Dehegila untuk umum Rp 10.000 untuk pelajar Rp 5.000. Daruba ke Falila untuk umum Rp 12.000, untuk pelajar Rp 6.000. Daruba ke Aha untuk umum Rp 15.000, untuk pelajar Rp 7.500. Daruba ke Aha untuk umum Rp 15.000, untuk pelajar Rp 7.500. Daruba ke Pilowo untuk dewasa Rp 20.000, untuk pelajar Rp 10.000, Daruba ke Totodoku untuk umum Rp 12.000, untuk pelajar Rp 6.000 dan Daruba ke Momojiu untuk umum Rp 15.000, sementara untuk pelajar Rp 7.5000. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: