MABA-pm.com, Menjelang akhir tahun 2022, kelakar oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) cukup mengundang tanya.

Pasalnya, di tengah tajamnya sorotan publik terkait aktivitas tanpa izin perusahaan tambang di Haltim,  beberapa oknum anggota DPRD malah pelesiran ke Ibu Kota Jakarta untuk bertemu dengan pihak manejemen PT Forward Matrix Indonesia (FMI). Hasil  pertemuan itu belum diketahui hingga saat ini.

Informasi diterim poskomalut.com, pertemuan antara DPRD Haltim dengan pihak manejmen PT FMI di Jakarta beberapa minggu terakhir, sejak permasalahan izin perusahaan terebut mencuat ke publik. Namun, tidak satupun wakil rakyat di negeri Faifiye itu memberikan perhatian khusus atas dampak lingkungan maupun potensi perempasan willayah di Sabaim, Wasile Haltim.

Bahkan, sejumlah anggota komisi III  DPRD Haltim lebih memilih menghabiskan sisa anggaran akhir tahun dengan perjalanan luar daerah.

Salah satu sumber terpercaya media ini membenarkan bahwa anggota DPRD Haltim pada saat di Jakarta sempat melakukan pertemuan dengan pihak PT FMI.

“Jadi memang betul bahwa anggota Komisi III DPRD Haltim pada saat di Jakarta mereka bertemu dengan pihak dari PT FMI,” ujarnya, Kamis (22/12/2022).

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Haltim, Slamet melalui pesan WhatsApp terkait pertemuan dengan pihak PT FMI, belum merespon hingga berita ini dipublis.

Sekadar diketahui, aktivitas PT FMI di kawasan Subaim, Halmahera Timur diketahui tanpa Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) izin lingkungan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta RKB.