poskomalut.com
baner header

P3MS Demo Tolak Kehadiran Anak Tambang di Desa Soligi Halsel

TERNATE-PM.com, Persatuan Pemuda Pemudi Mahasiswa Soligi (P3MS) dan 5 OKK lainnya asal Kecamatan Obi selatan, Halmahera Selatan Maluku Utara pada Kamis (21/11/2019) menggelar Demonstrasi menolak kehadiran anak Tambang di desa Soligi.

Aksi dilakukan dengan berjalan kaki dari kantor PT. Harita Grup di Salero, hingga Kalumata.
Kordinator lapangan Alisoni La Sampela menuturkan, berdasarkan pengkajian bersama dengan aliansi yang terhimpun didalamnya, dalam sektor pertambangan, dimana Pemerintah Provinsi Maluku Utara sengaja membuka ijin usaha Pertambangan sebanyak 313 ijin. Dan Pemerintah Halmahera Selatan membuka 55 ijin, salah satunya PT HAPAL anak perusahaan dari PT HARITA Group.
Alisoni tegaskan, mahasiswa obi tetap berjuang sekalipun panasnya mentari, namun tidak mengurangi rasa kepedulian dan semangat untuk berjuang demi daerah. “Aksi ini tidak di tunggangi oleh pihak siapa ini atas kesadaran kami selaku anak Obi,”tandasnya.
“Sesuai dengan amanat konstitusi yang tertuang dalam pasal 1 ayat (2) dan (3) pasal 18b ayat (2) dan pasal 27 ayat (1) pasal 28h ayat (1) pasal 33 ayat (3) UUD 1945 Negara telah gagal dalam menjalankan implementasikan apa yang telah di amanatkan dalam undang undang dasar 1945, karena saat ini negara masih merampas hak hak warga negaranya dengan hadirnya investor asing yang bercokol di Maluku Utara Kabupaten Halmahera selatan Kepulauan Obi,” kata Alisoni.
Massa aksi yang tergabung beberapa OKK itu menuntut kepada pemerintah agar segera meninjau kembali aktivitas perusahan yang beroperasi di kawasi dan dataran kecamatan obi. Menurut pihaknya, kehadiran Perusahan HPL yg bernaung dibawah perusahan PT.Harita Grup, itu membuat masyarakat Soligi dan sekitarnya mengalami kelemahan baik darat maupun laut. Akibat ulah perusahan yang rencananya membuang tailing (Limbah) Pabrik di bawah Mensecual desa soligi, yang mana jarak antara desa soligi dengan pusat pembuangan limbah hanya berjarak sekitar 300 meter.
“Sehingga kami menyatakan sikap satu, kami tidak butuh tambang. Dua, kami bisa hidup tanpa tambang. Tiga, PT Harita group stop membuang limbah sembarangan,” ujarnya.
Kades Soligi Madaisi, saat di konfirmasi via telepon pagi tadi, Kamis 21 November 2019 menjelaskan, kehadiran perusahan Harita Grup di daerah kawasi bisa saja, asalkan pembuangan limbahnya jangan di desa soligi.
“Kami masyarakat Soligi menolak kehadiran anak tambang PT. Harita Grup (PT. HPL), dan perusahaan lainnya yang rencananya akan beroperasi di daerah desa Soligi, jadi secara tegas kami masyarakat menolak,”ujarnya. (Cr02/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: