MABA-PM.com, Pencamaran ingkungan di Site Mornopo Halmahera Timur yang disinyalir akibat aktivitas tambang PT Antam sampai saat ini belum teratasi. Padahal, sejak tahun 2021 pihak Antam sendiri telah menyepakati bakal melakukan penyedotan limbah yang merusak lingkungan tersebut. Namun, upaya penanganan limbah tidak terlihat sama sekali.

Hal ini kemudian menimbulkan reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur (Haltim). Para wakil rakyat, mengaku sangat kecewa dengan sikap PT Antam Tbk yang enggan berhenti memberi janji terkait penyedotan limbah di Site Mornopo.

Ketua Komisi III DPRD Haltim, Ashadi Tahjudin mengatakan, komisi III dan DPRD Haltim sikap Antam yang terkesan cuek dan tidak menepati janji untuk penyedotan limbah di Site Mornopo yang sudah menjadi kesepakatan bersama itu sangat disesalkan.

“Penyedotan limbah sudah menjadi kesepakatan Antam bersama dengan masyarakat dan DPRD. Seharusnya sudah ada action dari Antam,” tegas Ashadi Pada sejumlah wartawan, Senin (17/01/2022) di kantor DPRD Haltim.

Lanjutnya, kalaupun dilakukan mapun tidak perihal penyedotan limbah di Mornopo, harusnya pihak Antam berkoordinasi dan menyampaikan secara resmi kepada DPRD agar ini bisa desampaikan kepada masyarakat ketika ada pertanyaan terkait limbah tersebut.

“Tapi sampai saat ini Antam sangat tertutup kerja-kerja seperti ini. Secara pribadi ataupun secara institusi, kami merasa kecewa dengan sikap Antam selama ini. Seharusnya pihak Antam sudah memberikan laporan menyangkut dengan perkembangan Mornopo, karena ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” ujar Ashadi.

Jelasnya, kata Ashadi, DPRD tetap mengawal persoalan limbah di Mornopo.

“Karena itu masuk dalam agenda Antam untuk menyedot limbah di Mornopo pada tahun 2021,” ujarnya seraya menambahkan, merupakan hak masyarakat mengetahui perkembangan penyedotan limbah Mornopo.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat DPRD bakal kembali memangil pihak Antam untuk menagi janji mereka soal penyedotan pada tahun 2022 ini. Dirinya juga mempertanyakan apa yang menjadi kendala sehinga sampai saat ini belum dilakukan penyedotan limbah.

Sementara itu, dikonfirmasi lewat grup WhatsApp mitra Pers Antam, Troy, Bagian Humas Antam mengaku tidak bisa memberikan tanggapan. Dirinya masih mengumpulkan informasi terkait penyedotan limbah tersebut.

“Saya tidak bisa menjawab, nanti saya cari info dulu di bagian yang menangani penyedotan limbah,” singkatnya.