poskomalut.com
baner header

Ruangan Sekwan Halteng Disegel Ketua DPRD Sementara

WEDA-PM.com, Ketua DPRD Halmahera Tengah sementara, Aswar Salim menyegel ruangan sekertaris dewan (Sekwan) DPRD Halteng. Aksi ini dilakukan lantaran buntut dari tidak hadirnya Sekwan Rivani A Rajak, pada sidang paripurna pengumuman pimpinan devenitif DPRD, Jumat (11/10). Amatan Posko Malut, aksi penyegelan itu dilakukan setelah paripurna pengumuman pimpinan DPRD selesai.

Ketua DPRD Halteng sementara bersama Anggota DPRD Hairuddin Amir menempelkan kertas HVS putih yang bertuliskan “RUANGAN INI DISEGEL” kemudian ditempelkan di pintu ruangan sekwan halteng.

Ketua DPRD Halteng sementara Aswar Salim menegaskan, penyegelan dilakukan karena sekwan tidak menghargai dirinya selaku pimpinan sementara DPRD. Padahal, sekwan kata dia, bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan agenda-agenda DPRD, bahkan surat keputusan (SK) tentang pimpinan DPRD definitif itu harus dibacakan oleh sekwan, sehingga sekwan harus hadir di paripurna, bukan ikut mau sendiri maupun ikut mau orang.

“Kalau tidak mampu jadi Sekwan, silahkan undur diri. Masih banyak anak-anak negeri yang lebih mampu untuk mempertanggung jawabkan kepentingan daerah disini. Bukan cuma dia,”tegas Aswar.

Politisi Golkar itu, lantas meminta sekwan agar mulai Senin besok (Hari ini) berkantor di kantor bupati, karena ruangan sekwan sudah disegel. “Sekwan tidak menghargai saya selaku pimpinan DPRD. Saya sampaikan bahwa saya sangat kecewa. Sekwan mengabaikan ini, karena pasti ada pesan-pesan, sehingga tidak hadir di paripurna,”tandasnya.

Ketua DPRD halteng sementara itu mejelaskan, alasan sekwan tidak hadir di paripurna pengumuman pimpinan DPRD, karena perasaan tidak enak. Ini berdasarkan hasil konfirmasi ke sekwan. “Saya konfirmasi ke ibu sekwan, dia sampaikan ke saya, dia tidak hadir karena perasaannya tidak enak, karena beberapa hari lalu kita ada tensi naik sedikit. Itu biasa di dalam lembaga DPRD. Sekwan harus professional dan tidak boleh dia bawa ke wilayah-wilaya perasaan,”kata Aswar.

Sementara itu, menurut Sakir Ahmad, Sekwan melakukan hal-hal yang tidak profesional. “Sekwan ingin menggagalkan kepentingan negara,”ujar Sakir. (ies/red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH Posko Malut, edisi Senin 14 Oktober 2019, dengan judul ‘Ruangan Sekwan Halteng Disegel’

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: