MABA-PM.com, Angka kemiskinan di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tumbuh sebesar 15 persen. Daerah penghasil tambang itu menempati posisi teratas kabupaten paling miskin di Maluku Utara.  Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku utara, Aidil Adha beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan, angka kemiskinan dihitung berdasarkan garis kemiskinan yang ditentukan dari konsumsi masyarakat, baik sandang maupun pangan.

Menangapi hal itu, Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub menyatakan, tahun ini pemerintah daerah bakal membentuk tim penanggulangan kemiskinan yang melibatkan semua stakeholder.

“Untuk menyikapi angka kemiskinan, kita akan mebentukan tim penanggulangan kemiskinan semua stakeholder dengan tujuan agar semua bergerak dengan simultan, sehingga bisa menekan angka kemiskinan tahun ini,” ujar Ubaid.

Ia menyampaikan ada 14 indikator yang menjadi sarat mutlak untuk mengukur angka kemiskinan yang ada di Haltim. Langkah strateginya membentuk tim penanggulangan yang bekerja sesuai topoksi.

“Menyangkut dengan angka kemiskinan ini komplementer, banyak sekali elemen-elemen yang menjadi parameter untuk mengukur angka kemiskinan, sehingga kita semuanya harus bergerak dengan simultan, agar angka kemiskinan di Haltim menurun,” tegasnya.