poskomalut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara merespons penangkapan jaringan terorisme oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang salah satu lokasinya berada di Kota Ternate.

Dalam pengungkapan tersebut, Densus 88 menangkap 12 orang yang tersebar di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau dan Maluku Utara.

Di Maluku Utara, satu orang berinisial MW (42) ditangkap di Kota Ternate.

Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud, mengapresiasi langkah cepat Densus 88 dalam mengantisipasi berkembangnya jaringan terorisme di wilayah Maluku Utara.

Namun, ia mengingatkan agar Ternate tidak sampai dimanfaatkan sebagai tempat pelarian maupun ruang kaderisasi jaringan terorisme.

“Ini menjadi kekhawatiran kita semua, jangan sampai Ternate dijadikan sebagai tempat pelarian atau semacam kaderisasi dari jaringan teroris Indonesia,” kata Adnan kepada awak media di Ternate, Senin (5/10/2026).

Menurut Adnan, karakter Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam mendeteksi pergerakan kelompok-kelompok yang berpotensi menyebarkan paham radikal.

Karena itu, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kelompok-kelompok ini tidak segan-segan melakukan cara-cara dan tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Ini yang harus kita waspadai,” tegasnya.

Rektor IAIN Ternate itu meminta masyarakat tidak lengah terhadap pola perekrutan jaringan terorisme yang dilakukan secara tertutup. Keluarga dinilai menjadi benteng pertama untuk mencegah anggota keluarga terpapar paham radikal.

“Kelompok-kelompok ini tidak bosan mencari pengikut dan secara diam-diam memperkuat jaringannya. Ini yang perlu kita waspadai,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat memperkuat pengawasan dan komunikasi di lingkungan keluarga agar potensi masuknya paham radikalisme dapat ditekan sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga secara keseluruhan untuk membentengi keluarga kita. Kalau keluarga bisa mencoba meminimalisir, saya yakin dan percaya itu tidak akan terjadi,” sambungnya.

Adnan mengatakan, FKUB Maluku Utara akan memperkuat sosialisasi mengenai bahaya terorisme, radikalisme, kekerasan dan gerakan yang bertentangan dengan semangat kerukunan umat beragama.

Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya FKUB membangun ketahanan masyarakat, khususnya generasi muda, dari paparan paham radikal.

“Kami tidak bosan-bosannya melakukan sosialisasi. Kemarin tanggal 30 kami melakukan kampanye kerukunan dan sosialisasi moderasi beragama kepada siswa SMA, SMK dan madrasah se-Kota Ternate. Itu adalah upaya untuk membendung gerakan radikalisasi dan terorisme,” tandasnya.

Mag Fir
Editor