Ternyata! Pemerintahan Benny-Asrun juga Tinggalkan Hutang Proyek Oukumene Rp9 Miliar

Gedung Oukumene Morotai ketika dalam tahap pembangunan.

MOROTAI-PM.com, Mantan Bupati  dan Wakil Bupati Morotia, Benny Loas-Asrun Padoma rupaya tidak hanya meninggalkan beban hutang pada proyek pembangunan masjid raya senilai Rp 35 miliar.

Kedua mantan pejabat yang memimpin kabupaten Pulau Morotai tahun 2017-2022 diketahui meninggalkan hutang senilai Rp9 miliar. Hutang miliaran itu berasal dari proyek pembangunan gedung Oukumene sekitar tahun 2019 lalu di jalan Central Bisnis Distrik (CBD) Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel).

Berdasarkan data yang dikantongi media ini, pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Benny-Asrun mengajukan pinjaman dana kepada pihak PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Kementerian Keuangan RI pada tahun 2020. Pinjaman tanpa persetujuan semua anggota DPRD Morotai itu dengan alasan pemulihan ekonomi pasca bencana non alam pandemi Covid 19.

Dengan demikian, Pemda Morotai meminjam uang untuk membangun gedung Oukumene dengan anggaran Rp9 miliar. Pinjaman itu bersamaan dengan anggaran pembangunan Masjid Raya Morotai senilai Rp35 miliar. Penggunaan dana pinjaman untuk bangun gedung Oukumene itu dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Morotai, Ode Ari Junaidi.

"Kalau Oukumene itu pake APBD 3 miliar sekian, sisanya PEN Rp9 miliar lebih. Totalnya dia 12 miliar lebih,"ungkap Ode kepada media ini beberapa waktu lalu.

Sekedar diketahui, pembangunan Masjid Raya Morotai dan Gedung Oukumene dianggarkan senilai Rp72 miliar. Dari besaran itu, Pemda Morotai meminjam dana ke PT SMI senilai Rp44 miliar untuk dua bangunan itu. Sedangkan sisanya menggunakan dana dari APBD senilai Rp25 miliar.

Komentar

Loading...