Tindak Lanjut Temuan Kampanye Dua Kadis, Bawaslu Haltim Surati KASN

Ketua Bawaslu Haltim, Suratman Kadir.

MABA-pm.com, Bawaslu Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara mengeluarkan surat pengantar ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas dugaan pelanggaran Netralitas ASN dilakukan Dua kepala dinas.

Pelanggaran netralitas ASN diduga dilakukan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Diperindagkop), Rickoh Debeturu dan Kepala Dinas Pehubungan, Dwy Cahyo yang memosting bakal calon bupati dan wakil Ubaid-Anjas di sosial media.

Ketua Bawaslu Haltim, Suratman Kadir mengatakan, pihaknya menindaklanjuti temuan tersebut, setelah ditemukan bukti adanya postingan di akun Facebook dua kepala dinas.

“Jadi dalam proses penanganannya, kami telah mengeluarkan surat pengantar ke KASN atas dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan Kadis Perindagkop dan Kadishub Haltim,” ujarnya, Sabut (22/06/2024).

Surtaman menyampaikan, Bawaslu diberikan tugas dan wewenang untuk menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran pemilihan.

Dugaan dimaksud pelanggaran tindak pidana pemilihan, administrasi, kode etik penyelenggara dan pelanggaran peraturan Perundang-undangan lainya.

“Adapun bentuk dugaan pelanggaran netralitas ASN yang ditindaklanjuti Bawaslu pada tahapan sebelum penetapan peserta Pemilu dan setelah penetapan peserta pemilu. Sebagaimana yang di atur dalam ketentuan pasal 5 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan berdasarkan peraturan Bawaslu nomor 8 Tahun 2020 dalam pasal 36, dijelaskan, dalam proses penanganan dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Jika hasil kajiannya terbukti sebagai dugaan pelanggaran netralitas ASN, Bawaslu akan melakukan rapat pleno dan mengeluarkan surat pengantar untuk diteruskan KASN melalui Sistem Aplikasi Pengawasan Netralitas ASN (SIAPNET) dengan melampirkan salinan berkas pelanggaran paling sedikit memuat, formulir laporan atau temuan, kajian dan bukti.

“Dengan dasar inilah Bawaslu Haltim telah mengeluarkan surat pengatar ke KASN, sehingga nantinya KASN yang langsung melakukan pemeriksaan terhadap dugaan netralitas ASN tersebut,” pungkasnya.

Komentar

Loading...