poskomalut, Satuan Tugas Pendampingan, Monitoring Penyelenggaraan Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Satgas PMPPUKR) Saiful Paturo, mengapresiasi salah satu pemilik rumah makan yang berani membongkar dugaan korupsi anggaran makan minum di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morotai.
Misalnya pernyataan yang menyebutkan tidak pernah menerima pesanan dari BPKAD termasuk membuat nota yang diduga fiktif itu.
“Kita patut memberikan apresiasi kepada salah satu pemilik rumah makan yang berani memberikan pernyataan bahwa pemilik rumah makannya tidak pernah menerima pesanan dari BPKAD Morotai,” kata Saiful kepala media ini, Kamis (18/9/2025).
Dengan begitu, masalah dugaan rasuah anggaran makan minum pada 2023 maupun 2024 yang kini sudah ditangani Kejati Malut bisa dengan mudah diungkap.
“Kalau sudah ada pernyataan pemilik rumah makan, itu akan mempermudah Kejati Malut untuk membongkar adanya dugaan tindak pidana korupsi,” terangnya.
Selain apresiasi terhadap pemilik rumah makan, Saiful yang pernah dipenjara karena melawan kekuasaan pemerintah sebelumnya meminta kepada pihak lain, misalnya pengusaha foto copy berinisal TR maupun pebisnis BBM angkat bicara.
Tujuannya, mempermudah penegak hukum melakukan penelusuran.
“Di hasil temuan BPK itu terdapat tiga pengusaha, satunya rumah makan, satunya pengusaha yang menjual ATK dan satunya pebisnis BBM, kalau tiga orang ini bicara maka akan mempermudah pihak kejaksaan dalam penyelidikan dan penyidikan,” pintanya.



Tinggalkan Balasan