poskomalut, Dr. R. Graal Taliawo menyosialisasi Empat Konsensus Negara Indonesia bersama SMKS Manggala Perkasa, Maret lalu.
Giat tersebut dihadiri kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi SMKS Manggala.
Dr. Graal memulai pemaparan secara interaktif dengan siswa-siswi. Ia bertanya guna menggali wawasan kebangsaan mereka.
“Indonesia memiliki empat konsensus dalam bernegara. Ada yang tahu apa saja?,” tanya Dr. Graal.
Beberapa siswa-siswi tersebut menjawab dengan lantang “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.”
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan dengan tuntas mengenai negara dan warga negara.
Menurutnya, warga negara termasuk remaja perlu memiliki intelektualitas alias terdidik supayabisa berpolitik secara berkualitas.
Ini sesuai dengan salah satu dari tujuan dilaksanakannyakegiatan sosialisasi.
Laki-laki kelahiran Wayaua, Bacan, Halmahera Selatan, ini kemudian diskusi mengenaimakna dari setiap konsensus.
Ia juga menjelaskan secara spesifik mengenai Hak Asasi Manusiamengacu pada Pasal 28 UUD 1945.
“Hak asasi melekat pada setiap manusia tanpa terkecuali. Di mana ada hak warga negara, bersamaan dengan itu ada kewajiban negara untukmenyediakannya,” ujarnya.
Pada sesi tanya jawab, ada siswa bertanya, “Bagaimana kita tetap bisa menjunjung sikaptoleransi di tengah situasi masyarakat yang intoleransi?” Dr. Graal kemudian mengenai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sekaligus contoh konkret pengalamannya mengenai haltersebut.
Pada pengujung kegiatan, kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas kegiatan ini.
“Terima kasih atas kehadiran dan kunjungan Pak Graal di SMKS Manggala Perkasa,” ucap kepala sekolah.
Kegiatan ini begitu mereka sambut baik karena positifuntuk menambah pengetahuan siswa-siswi. Para siswa-siswi menanggapi dengan hal serupa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk mengingat kembali pengetahuan tentang maknabangsa dan negara Indonesia lebih mendalam,” kata seorang siswi.
Selaras dengan itu, pegiat politik gagasan ini juga berharap sosialisasi seperti ini bisa turut berperan menumbuhkembangkan rasa kebangsaan Indonesia kita.


Tinggalkan Balasan