poskomalut, Pengalaman tidak mengenakan dialami mantan akuntan SPPG Kayumerah.
Pasalnya, rumahnya di Kelurahan Tabona, Ternate Selatan digeruduk Ka SPPG Kayumerah, Dzuhurnisa Nurqhosana Rzak bersama sejumlah orang.
Sekira pukul 15.10 WIT, Selasa, 10 Maret 2026, Ka SPPG datang ke rumah akuntan memaksa mengambil sejumlah dokumen.
Dzuhurnisa tidak sendiri, ia membawa sekiranya empat orang. Terdiri dari dua orang laki-laki. Dan, dua orang perempuan. Termasuk dua Komcad TNI.
Kedatangan mereka dengan tujuan memaksa untuk mengambil dokumen. Tindakan itu memicu keributan di rumah akuntan.
Padahal tiga hari sebelumnya, sudah ada konfirmasi dari akuntan jika dokumen tersebut sudah selesai dikerjakan, segera diserahkan.
Keributan berlangsung hampir satu jam. Merasa tidak nyaman, akuntan menanyakan surat tugas Komcad TNI.
Namun permintaan itu tidak diindahkan. Begitu juga kapasitas dua laki-laki dan perempuan yang mendampingi SPPG Kayumerah.
Kepala SPPG Kayu Merah, Dzuhrinnisa Nurqhosanah Razak dikonfirmasi pada Kamis, (12/3/2026) lewat pesan dan panggilan WhatsApp enggan merespon.
Terpisah, Kepala Kordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Ternate, Hizkia dikonfirmasi memberikan keterangan pembelaan.
Ia kemudian menjelaskan bahwa sudah mengonfirmasi niat kedatangan Dzuhrinnisa bersama beberapa orang tersebut.
“Jadi mereka jawab, kami hanya niat untuk meminta pertanggungjawab akuntan terkait nota nota dan tidak ada maksud atau tujuan lain,” jelas Hizkia.
Hizkia kemudian berdalih keikutsertaan dua Komcad TNI hanya mengawal atau sebagai pengamanan.
“Jadi tidak ada intimidasi jadi hanya untuk pengawalan saja,” tandasnya.
“Sebenarnya Ka SPPG melakukan itu agar secepatnya dikeluarkan nota, karena dari pihak SPPG sudah lelah. Maksudnya hanya WhatsApp, tapi tidak ada tanggap serius makanya ke rumah akuntan,” sambungnya.
Hazkia dengan datar menuturkan “menurut saya tidak ada masalah, tapi mungkin tanggapan akuntan ini agak berlebihan”.
“Karena adanya Komcad kemudian banyak orang di lapangan dan pada kenyataan di lapangan kedatangan mereka tidak diizinkan masuk juga,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan