TERNATE-PM.com, Mekanisme penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Kota Ternate di 2021 akan mengalami perubahan. Hal ini, setelah dilakukan penyesuaian dengan melihat kebutuhan di setiap sekolah yang ada di Kota Ternate.
“Di 2021 ini akan ada perubahan penyaluran dan besaran Bosda dengan menggunakan sistem cluster,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate Ibrahim Muhammad, saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Kadis bilang, perubahan besaran Bosda ini dilihat dari jumlah siswa dan juga kondisi di setiap sekolah. Kata dia, sekolah yang siswanya terdiri 50-100 siswa, persiswanya akan kenal Rp 35 ribu sehingga intervalnya tidak terlalu jauh. Soalnya, yang jadi masalah dihitung per kepala sekolah-sekolah kecil itu susah.
“Susahnya begini, sekolahnya sudah kecil sedikit terisolasi terus kekurangan guru. Kemudian harus mengangkat guru honor untuk melengkapi guru. Sementara, siswanya sedikit,” tutur Kadis.
Olehnya itu, harus diberi porsi yang lebih besar sehingga berimbang. “Analoginya begini. Jika satu siswa itu Rp 35 ribu per siswa. Kalau siswa 100 orang, itu berarti sudah Rp 35 Juta. Tapi kalau siswanya 200 orang sudah Rp 70 Juta, dan ini jaraknya jauh sekali,” sebutnya.
Padahal satu guru kalau mengajar pada satu kelas yang siswanya 15 orang, bayarnya sama dengan jumlah siswa 28 orang. Karena itu, untuk mengatasi ini pihaknya akan memberlakukan sistem kluster dalam pembagian Bosda. Setidaknya, ada empat klaster dimana akan difokuskan pada daerah terluar.
“Pemberlakuan kita terhadap Batang Dua, Moti, dan Hiri tidak boleh sama dengan sekolah yang ada dalam Kota Ternate,” urainya. Sembari bilang, anggaran Bosda ini di tahun 2021 mengalami pertambahan. “Ada sedikit tambahan karena ada kluster ini, sehingga sekolah yang kecil akan mendapatkan kucuran dana sedikit banyak. Sementara untuk sekolah yang siswanya banyak hanya mendapatkan Rp 30 per siswa,” tandasnya. (agh/red)



Tinggalkan Balasan