poskomalut, Polda Maluku Utara mencatat 304 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 10 kabupaten/kota sepanjang Januari-Oktober 2026.
Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.147,2 hektare. Data itu disampaikan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Malut, Kombes Pol Teguh Kariyadi, kepada awak media, Selasa (20/10/2026).
Halmahera Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah. Sebanyak 59 kejadian karhutla tercatat di daerah tersebut, dengan luas lahan terbakar mencapai 429,7 hektare.
Halmahera Selatan menyusul dengan 55 kejadian dan luas lahan terbakar 253,7 hektare.
Sementara Pulau Taliabu mencatat 41 kejadian dengan luas 106,9 hektare, disusul Halmahera Tengah sebanyak 38 kejadian dengan luas 81,9 hektare.
Di Halmahera Timur, tercatat 27 kejadian dengan luas lahan terbakar 124,1 hektare. Tidore Kepulauan juga mencatat 27 kejadian dengan luas 64 hektare.
Sementara itu, Ternate mencatat 19 kejadian dengan luas 37,6 hektare, Halmahera Barat 12 kejadian dengan luas 27 hektare, Pulau Morotai 17 kejadian dengan luas 13,1 hektare, serta Kepulauan Sula sembilan kejadian dengan luas 9,3 hektare.
Menurut Teguh, cuaca ekstrem dan panas berkepanjangan menjadi salah satu faktor pemicu karhutla.
Selain faktor alam, pembakaran sampah dan lahan juga berkontribusi terhadap terjadinya kebakaran.
“Selain itu, pembakaran sampah dan pembakaran lahan juga tercatat sebagai faktor yang memicu terjadinya kebakaran,” tukas Teguh.



Tinggalkan Balasan