poskomalut, Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate masih terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan jarak pandang berada di bawah ambang keselamatan penerbangan.
Dampaknya, sebanyak 14 penerbangan dilaporkan dibatalkan sejak Minggu (11/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026).
Sejumlah calon penumpang terpaksa membatalkan perjalanan ke luar Maluku Utara akibat kondisi tersebut.
Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat yang juga Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bandara Sultan Babullah Ternate, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara administratif operasional bandara masih berstatus terbuka (open).
Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat aktivitas penerbangan belum berjalan normal.
“Mulai dari hari kemarin, Minggu tanggal 11, terdapat sekitar 14 penerbangan yang dibatalkan. Yang bisa beroperasi hanya Lion Air, satu penerbangan saja,” ujar Zainal.
Ia mengatakan, hingga Selasa sore, penerbangan masih terganggu, karena jarak pandang berada di bawah tiga kilometer.
Kondisi ini membuat aktivitas kedatangan maupun keberangkatan pesawat belum dapat berjalan normal.
Menurutnya, jarak pandang menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan keselamatan operasional pesawat.
Dalam kondisi saat ini, jarak pandang ideal untuk mendukung penerbangan berada pada kisaran empat hingga lima kilometer, sesuai kebutuhan dan ketentuan operasional penerbangan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pengguna jasa bandara atas ketidaknyamanan ini. Kami berusaha memaksimalkan pelayanan,” katanya.
Pihak bandara terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca serta jarak pandang.
Informasi kondisi terkini diperbarui setiap 30 menit sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelanjutan operasional penerbangan.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada maskapai agar penumpang memperoleh pembaruan terkait status penerbangan, baik yang mengalami penundaan maupun pembatalan.
Zainal mengimbau masyarakat yang hendak bepergian menggunakan transportasi udara agar terus memantau informasi dari maskapai dan pihak bandara.
Ia menegaskan, kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi pertimbangan utama demi menjamin keselamatan penerbangan.
Pihak bandara berharap kondisi cuaca segera membaik dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate dapat kembali normal.
“Kami berharap mudah-mudahan besok atau lusa kondisi bisa lebih baik dari hari ini,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan