poskomalut, Kehadiran dokter bersertifikasi Ahli Ilmu Faal Olahraga–Klinis (AIFO-K) di Kabupaten Pulau Morotai diharapkan menjadi langkah baru dalam memperkuat pelayanan kesehatan olahraga, termasuk pendampingan medis bagi atlet menuju kompetisi tingkat provinsi hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dokter Dr. Rintho Potoboda mengatakan, dirinya menjadi dokter pertama dengan sertifikasi AIFO-K di Kabupaten Pulau Morotai dan Halmahera Utara.
Pencapaian tersebut juga menjadi salah satu langkah pengembangan kompetensi medis olahraga di Provinsi Maluku Utara.
“Sebagai yang pertama di kedua kabupaten, Halmahera Utara dan Morotai, bahkan salah satu dokter umum di Provinsi Maluku Utara, pencapaian ini akan menjadi tonggak penting bagi kemajuan pelayanan medis olahraga di daerah,” ungkap Rintho dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kehadiran dokter dengan kompetensi ilmu faal olahraga klinis dapat memperkuat pelayanan kesehatan bagi atlet sekaligus mendorong penerapan standar pendampingan medis yang lebih profesional dalam setiap kegiatan olahraga.
Ketersediaan dokter dan tenaga medis yang kompeten, kata dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta skala kegiatan olahraga.
Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi sekaligus memberikan perlindungan terhadap keselamatan atlet.
“Olahraga bukan hanya tentang kompetisi, prestasi, dan meraih kemenangan. Keselamatan atlet, pencegahan cedera, kesiapan fisik, serta penanganan medis juga merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Rintho menjelaskan, kompetensi AIFO-K diharapkan dapat mendukung pemeriksaan kesehatan atlet, evaluasi kesiapan fisik, pencegahan risiko kesehatan, hingga penanganan awal terhadap persoalan medis yang muncul selama latihan maupun pertandingan.
Ia menilai, penguatan pelayanan kesehatan olahraga perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi.
“Standar pelayanan menuju PON kabupaten, PON provinsi hingga PON nasional, dengan begitu sudah saatnya pelayanan kesehatan olahraga menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan olahraga di Maluku Utara,” jelasnya.
Rintho berharap kehadiran dokter AIFO-K dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus cabang olahraga, klub, serta penyelenggara kompetisi untuk memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk membangun sistem pelayanan kesehatan olahraga yang terencana dan berkelanjutan, sehingga keselamatan atlet berjalan beriringan dengan upaya peningkatan prestasi olahraga di Maluku Utara.


Tinggalkan Balasan