TERNATE-PM.com Ketua Fraksi Partai Nasdem Nurlaela Syarif menyayangkan kebijakan Pemkot Ternate yang menciptakan kerumunan di beberapa titik pasar. Menurutnya sejak awal sebelum ramadhan tiba Fraksi Nasdem DPRD Kota Ternate sudah mengusulkan agar antisipasi pedagang musiman takjil dan lonjakan pembeli di sejumlah pasar.

Nurlaela kepada Poskomalut.com, melalui rilis yang disampaikan, Minggu (26/4/2020) malam tadi menegaskan, Pemkot dalam hal ini dinas terkait perlu tegas mengunakan kewenagan mengatur lokasi pedagang.

“Kami bukan ingin pedangan berhenti jualan, tapi gagasan agar pemberlakuan jaga jarak antara pedagang 1 dengan lainnya wajib di berlakukan, pedangan wajib pakai masker, pembeli juga, tapi fakta di lapangan terjadi lain,” tegasnya.

Lanjutnya, dalam pemetaan pihaknya menilai, persoalan pasar dan pedangan ini sudah bertahun-tahun menjadi polemik,

“Inikan ada kepentingan tiga dinas disini ada Disperkim, Dishub dan Disperindag, semua punya ego sektoral masing-masing,” jelasnya.

Selain itu Nurlaela mengaku, apa salahnya untuk Tahun 2020 ini saja dalam kondisi darurat kemanusiaan, dimana progres kasus positif terus meningkat, dampak ini global, harusnya tiga dinas ini duduk dan atur bersama, agar pasar Gamalama, Bahari Berkesan bisa tertib, pasar Bastiong, areal Tapak dan sejumlah pasar lainnya di atur agar keamanan pembeli dan pedagang, pembatasan jaga jarak bisa tegas diberlakukan

“Kami harap Pemkot jangan dulu berfikir dapat untung retribusi atau pemasukan PAD (Pendapatan Asli daerah) kami minta Pemkot harus kedepankan unsur darurat kemanusiaan,” pintanya

Seraya mengatakan wabah ini jamaah shalat di Mesjid dianjurkan shalat dirumah, “jadi mari wajib untuk tertibkan ini untuk darurat kemanusiaan,” tutupnya. (sam/red)