TERNATE-PM.com, Kepala Disperindag Kota Ternate Hasyim Yusuf, menyebutkan, kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak dan selalu memakai masker saat berada di luar rumah, terutama saat ke pasar membeli takjil, masih sangat minim. Padahal, saat rapat bersama Walikota sudah ditegaskan, agar para pedagang dan pembeli bisa mengatur jarak saat bertransaksi.
“Setiap pembeli selalu di berikan arahan terkait sosialisasi distancing dan edukasi untuk selalu memakai masker, tetapi kesadaran masyarajat kita yang masih lemah,” ungkapnya
Padahal protokol ini yang diterapkan di pasar saat ini, maka petugas di pasar juga sudah memberikan imbaun kepada setiap pembeli untuk bisa mengikuti arahan sesuai maklumata Walikota Ternate. Namun, kondisi di lapangan, memasuki hari keempat Ramadan ini masih banyak yang melanggar protap.
“Kedepan harus diberikan ketegasan kepada pembeli dan penjual, jadi kalau memang tidak ada yang membawa masker, maka tidak izinkan membeli takjil,” tegasnya.
Sementara untuk langkah penutupan pasar takjil belum dilakukan. “Jadi memang tidak penututap aktifitas penjualan takjil, tetap dilakukan seperti biasa, hanya saja dilakukan ketegasan pada pedagang agar supaya melakukan jaga jarak,” jelas Hasyim, sembari menambahkan, jumlah pejual yang berada di pasar higenis itu ditargetkan 100, tetapi yang menempati 72 dan di Bastiong kurang lebih 30 orang. (cha/red)



Tinggalkan Balasan