SOFIFI-PM.com, Dalam satu bulan terakhir ini, aktivitas pemerintahan di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tanpa nahkoda,  pasca wafatnya Bupati Muhdin Ma’bud usai mendaftar di KPU sebagai peserta Pilkada seretak 9 Desember.

Disisi lain, tiga pejabat pemerintah provinsi (Pemprov) Malut masing-masing Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut M. Buyung Radjiloen, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Malut Wa Zariah dan Kepada Inspektorat Malut Ahmad Purbaya yang diusulkan ke Menteri Dalam negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk ditunjuk salah satunya menjadi penjabat (Pj) atau carateker Bupati Haltim, sayangnya sampai saat ini belum ada hasil.

Informasi yang dihimpun, Selasa (6/10) kemarin Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) ‘terbang’ ke Jakarta, untuk mempertanyakan SK Pj Bupati Haltim di Kemendagri. Kepala Biro Protokol Kerjasama komunikasi publik Setda Malut Muliadi Tutupoho saat dikonfirmasi membenarkan, Gubernur AGK ke Jakarta.

Namun, menurut mantan ketua KPU Malut ini, perjalanan gubernur ke Jakarta itu, dalam rangka menghadiri acara Indonesia Award. ”Agenda Gubernur AGK ke Jakarta hanya untuk menghadiri acara Indonesia Award. Dimana, Pemprov Malut untuk SPIP dan kapabilitas APIP level III  Tata kelola keuangan. Pemprov juga masih meraih opini WTP, sedangkan tata kelola pemerintahan Raih nilai SAKIP B untuk itu gubernur Diundang,” ujarnya.

Disentil terkait agenda Gubernur AGK ke Kemendagri, Muliadi mengaku belum mengketahui hal tersebut. ”Belum diketahui agenda gubernur ke kemendagri untuk konsultasi soal SK Pj Bupati Haltim. Yang pasti, agenda gubernur ke Jakarta itu hanya hadiri Indonesia Award,” pungkasnya. (iel/red)