poskomalut, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meluncurkan Gerbang Investasi dalam rangkaian North Maluku’s Investment Business Forum 2026 di Hotel Bela Ternate, Kamis (29/10/2026).
Platform tersebut diharapkan mempermudah calon investor mengakses informasi potensi dan peluang investasi di Maluku Utara.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ikhwan, menyampaikan bahwa realisasi investasi Maluku Utara hingga September 2026 mencapai Rp96 triliun, melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar Rp90,7 triliun.
Pada Januari–September 2026, Maluku Utara menempati peringkat kelima nasional dalam realisasi investasi, peringkat ketiga untuk penanaman modal asing (PMA), dan peringkat kedua dalam investasi hilirisasi.
Sarbin mengatakan, peningkatan investasi perlu diikuti perbaikan pelayanan perizinan, penyederhanaan birokrasi, dan keterbukaan informasi agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Kita bangga Maluku Utara dalam pencapaian peningkatan angka-angka kuantitasnya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tapi kita juga merasakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu belum inklusif, belum dirasakan,” ujar Sarbin.
Sementara, Nurul Ikhwan menjelaskan bahwa sekitar 87 persen investasi Maluku Utara terkonsentrasi pada industri logam dasar, dengan lebih dari 95 persen berasal dari penanaman modal asing.
Sarbin menegaskan, investasi berskala besar perlu memberikan dampak ekonomi yang luas melalui kemitraan antara investor, perusahaan besar, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha lokal.
Ia juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta perluasan akses usaha agar pelaku usaha daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kita ingin suatu saat semuanya bisa jadi yang terbaik, tidak ada yang merasa tersisihkan dan tidak ada yang merasa jadi penonton di negerinya sendiri,” katanya. (SRI)



Tinggalkan Balasan