MOROTAI-PM.com, Kabupaten Pulau Morotai saat ini telah dicanangkan sebagai Kawasan Strategis Parawisata Nasional (KSPN), Kabupaten Morotai telah masuk 10 destinasi Parawisata Nasional bahkan Morotai juga disebut sebut sebut sebagai 10 Bali baru. Bahkan, untuk menjadi 10 Bali baru, pada bulan Maret 2020, Bupati Morotai Benny Laos pernah bertemu dengan Menteri Parawisata RI Wishnutama Kusubandio untuk membahas pengembangan Morotai sebagai 10 Bali baru tersebut.

 

Namun, program KSPN maupun 10 Bali baru Di Morotai itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Salah satu contoh kecilnya, objek wisata pantai Army Dock. Pantai yang menjadi tempat wisatawan baik lokal maupun wisatawan nasional itu ternyata tak terurus, sepanjang hamparan hampir dipenuhi oleh sampah baik sampah yang berasal dari lokasi Army Dock sendiri maupun sampah yang dibawah oleh air laut. Tumpukan sampah itu sudah terjadi hampir sebulan ini dan sangat menggangu para wisatawan.

 

“Pantai Army Dock itu biasa didatangi oleh masyarakat Morotai baik yang tinggal di dalam kota maupun yang ada di luar kota, tapi sangat kotor, padahal objek wisata itu berada persis dalam kota kalau pakai motor dari daruba ke lokasi itu sekutar 5 menit sudah sampai,” kata Ijan, warga Morotai yang sering berwisata di lokasi itu

 

Sementara Dinas Parawisata (Dispar) Morotai yang menangani masalah Parawisata termasuk terkait objek wisata, ternyata lepas tanggungjawab. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Kadis Parawisata Ida Arsad, bahwa terkait pantai Army Dok harus dikoordinasikan dengan instansi Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), karena anggarannya juga tidak melekat di dinas Parawisata. “Koordinasi ke DKP yaa,” pintanya.

 

Ditanya kembali terkait apakah Dispar mengetahui anggaran untuk pembersihan Army Dock melekat di DKP. Dirinya mengaku tidak mengetahui. “Saya kurang tahu kalau persoalan anggaran,” singkatnya.

 

Sementara Kadis DKP Morotai Suryani Antarani ketika dikonfirmasi beralasan bahwa pihaknya lagi fokus di lokasi Sail. “Satgas masih pembersihan di Lokasi Sail,” singkatnya. (ota/red)