SOFIFI-PM.com, Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar pertemuan dengan semua dinas pangan di kabupten dan kota dalam rangka penyamaan persepsi yang dipusatkan di Grand Majang Hotel, Ternate, Senin (22/3/2021).
Agenda dengan tema “Pertmuan Apresiasi Enumerator Panel Harga Pangan Kabupten/Kota Provinsi Malut tahun 2021” yang dipelopori Dinas Pangan Malut itu dengan tujuan menyatukan ide-ide dan gagasan, khususnya petugas enumelator di kabupten dan kota untuk menjaga kualitas dan kesinambungan dalam menginput pelaporan harga.
Usai kegiatan, Kepala Dinas Pangan Malut, Sri H. Hatari, mengatakan, pertemuan tersebut guna mengetahui apa saja yang menjadi kendala di kabupten dan kota, karena dengan begitu semua masalah bisa ditangani dengan baik. “Jadi pertemuan ini kita bisa mendalami kendala masalah di lapangan khususnya di kabupten/kota. Kita dapat menyamakan persepsi kualitas data dan kontinu data, karena ini pertemuan pertama sehingga saya minta mereka untuk mengungkapkan semua kendala di lapangan,” ujarnya.
Selama ini penginputan data harga di kabupten dan kota tidak disertai kendala dan masalah yang terjadi di lapangan. Padahal, jika disertai dengan alasan dan kendala di lapangan bisa memudahkan pihaknya untuk melakukan langkah-langkah yang nantinya akan dipakai untuk menyikapinya.“Jika kita tidak lakukan ini mereka hanya menginput saja data tanpa kita tau ada masalah di lapangan seperti apa,” katanya.
Selama ini metode yang dipakai petugas enumerator di lapangan hanya sebatas menginput data harga pangan ke aplikasi yang dikirim ke pusat dan dilaporkan ke dinas Pangan Malut.“Jadi hanya tahu laporan harga saja, kita tidak tahu fluktuasinya seperti apa, kendala masalahnya apa. Sehingga itu kita buat pertemuan seperti ini,” jelasnya.
Sebelumnya, sebagai kepala Dinas Pangan Malut, Sri H. Hatari memberikan apresiasi kepada semua peserta yang merupakan enumerator lapangan atas kerja keras meraka selama ini. “Selain itu tadi juga kita memberikan apresiasi kepada mereka, karena mereka enumerator lapangan adalah ujung tombak kita terkait harga pangan di Kabupten/kota,” tutupnya.(il/red)



Tinggalkan Balasan