SOFIFI-pm.com, Kimia Farma Ternate menemui Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempertanyakan kejelasan utang mereka sebesar Rp16 miliar yang tak kunjung bayar.
Togar Tamba, Perwakilan Kimia Farma Ternate dicegat awak media usai pertemuan bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Samuddin A Kadir di Ternate mengatakan, Pemprov Malut siap membayar utang mereka, namun menunggu rekomendasi Badan Pemeriksaan Keungan Daerah (BPK).
Imbas utang yang tak kunjung dibayar, pihak Kimia Farma menunda distribusi obat-obatan ke RSUD CB.
“Jadi kami pending dulu obat-obat yang akan di masuk ke RSUD CB Ternate, karena utang obat RSUD CB Ternate ke kami sudah mencapai Rp16 miliar,” ungkapnya, Selasa (9/1/2024).
Kata Togar, setelah menerima informasi ihwal utang mereka, pihaknya tetap membantu dan mendukung kinerja Pemprov Maluku Utara.
“Artinya tinggal menunggu rekomendasi BPK. Jika BULD RSUD CB Ternate direkomendasikan bisa bayar akan dibayarkan dan Pemprov juga akan siap membayar jika mendapatkan rekomendasi BPK,” ujarnya.
Sementara, Samsuddin A Kadir hendak dikonfirmasi wartawan mengaku terburu-buru ke bandara.
“Saya buru-buru ke bandara,” singkatnya sembari menaiki mobilnya berlalu.



Tinggalkan Balasan