Penulis: Zulham Waralalo (pewarta)
Kamis, 30 April 2026 akan jadi hari terakhir Irjen Pol Drs. Waris Agono bertugas sebagai Kapolda Maluku Utara. Jenderal bintang dua itu resmi memasuki masa pensiun tepat di usia 58 tahun.
Bagi warga Maluku Utara, Waris Agono bukan sekadar nama di papan struktur. Pria kelahiran Boyolali, 28 April 1968 itu dikenal sebagai pemimpin yang tegas, berani, tapi murah senyum ke siapa saja.
Berani Pindah Markas ke Ibu Kota
Baru sebulan lebih menjabat sejak 12 Maret 2025, Waris langsung bikin gebrakan. Ia memindahkan Markas Besar Polda Malut dari Ternate ke Sofifi, ibu kota provinsi.
1 September 2025, Mako Polda resmi beroperasi di Sofifi. Langkah itu tak populer di awal, tapi Waris bergeming. “Sofifi itu ibu kota. Polda harus ada di sana,” begitu prinsipnya. Keputusan yang butuh nyali, dan ia ambil tanpa ragu.
Tegas di Lapangan, Sederhana ke Bawahan
Saya kenal beliau bukan dari konferensi pers. Tapi dari obrolan santai di ruang kerjanya. Di balik pangkat dan bintang, Waris adalah sosok yang sederhana. Ketegasannya tak menghalangi keramahan.
Masih terngiang pesannya saat wawancara: “Jangan persulit urusan orang lain, sebelum urusanmu dipersulit.” Kalimat pendek itu jadi pegangan. Nasehat, sekaligus cara beliau memimpin.
Pertemuan terakhir kami, Senin, 27 Juni 2026. Ruangan Kapolda kala itu tak lagi formal. Ia tertawa lepas. “Maluku Utara itu indah. Saya pasti balik lagi. Kita ngopi, bercanda, tapi saya udah bukan Kapolda,” katanya.
Pamit dengan Syukur dan Maaf
Di akhir masa tugas, Waris berpamitan terbuka bersama istri, Sari Dewi Sussanti. Dalam pesan tertulis, ia menyebut 1 tahun 1 bulan 16 hari di Malut sebagai “perjalanan penuh dinamika”.
“Selama 1 tahun 1 bulan 16 hari, kita bersama dalam suka dan duka, melayani masyarakat Maluku Utara,” tulisnya.
Ia berterima kasih untuk semua kerja sama, doa, dan dukungan. “Tanpa itu, amanah sebagai Kapolda tak mungkin saya tunaikan dengan baik,” lanjutnya.
Tak lupa, ia dan keluarga mohon maaf. “Apabila dalam pergaulan ada sikap atau tutur kata yang kurang berkenan, kiranya Bapak/Ibu berkenan memaafkan.”
Waris menutup pesannya dengan pamit: “Mohon undur diri dari Maluku Utara, untuk selanjutnya mengembangkan potensi diri pada bidang yang lain.”
Jejak Panjang di Korps Brimob
Waris Agono adalah lulusan Akpol 1990. Kariernya lekat dengan Korps Brimob. Ia pernah jadi Kepala Detasemen Polda Jatim 2002–2005, Kasat Brimob Polda Lampung 2006–2007, Kapolres Metro Polda Lampung 2008, hingga Wakasat Brimob Polda Jatim 2010.
Ia juga pernah memimpin Brimob di Kepri 2011 dan Jabar 2012. Tahun 2017 jadi Kabagops Korbrimob Polri. 2020 dipercaya sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, lalu Wakapolda Sultra.
Sebelum ke Malut, ia menjabat Danpas Pelopor Korbrimob Polri 2023–2025. Pengangkatannya sebagai Kapolda Malut tertuang dalam ST Kapolri Nomor: ST/488/III/KEP./2025.
Atas pengabdian itu, sederet tanda jasa melekat: Satyalancana Ksatria Tamtama, Satyalancana Pengabdian 8, 16, dan 24 Tahun, Satyalancana Dharma Nusa, Bintang Bhayangkara Nararya, hingga Satyalancana Bhakti Purna.
Penutup: Bukan Selamat Tinggal
Masa pensiun menutup 36 tahun pengabdiannya di Polri. Tapi bagi Waris, Maluku Utara bukan sekadar tempat tugas.
Dirinya berharap silaturahmi tetap terjaga. Ia titip pesan: jaga terus keamanan dan ketertiban Maluku Utara.
Dan seperti janjinya hari itu di ruang Kapolda: ia akan kembali. Bukan dengan pangkat, tapi sebagai sahabat yang rindu ngopi di tanah Kie Raha.

Tinggalkan Balasan