poskomalut, Husra Djafar, petani asal Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) siap memanen 7.000 pohon jagung manis.

Ribuan pohon jagung yang ditanam di Kebun Cao seluas 1,5 hektar siap dituai itu bagian dari upayanya untuk menghidupi keluarga. Termasuk untuk kebutuhan biaya pendidikan anaknya.

Jurnalis poskomalut mendapat kesempatan mewawancarai Husra di kebunnya sekira pukul 17.00 WIT, Jumat (17/10/2025).

“Ada sekitar 7.000 pohon yang saya tanam di Kebun Cao. Sekitar dua minggu lagi siap dipanen,” kata Husra dengan wajah begitu semangat.

Keseharian Husra selain bertani, juga menjadi petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morotai.

Di sore itu, Husra begitu percaya diri menerangkan keuletannya menanam tanaman holtikultura atau bulanan. Itu dilakoni, karena bagian dari menciptakan ketahanan pangan untuk keluarga.

Selain jagung, ia juga menanam kacang dan jenis tanaman bulanan lainnya. Bekerja sebagai petugas kebersihan bukan hambatan bagi lelaki 50 tahun itu.

“Tidak pengaruh, karena kalau pagi sampai sore saya di kebun, malamnya baru angkat sampah. Ini sangat membantu ekonomi keluarga. Ini juga untuk kebutuhan biaya ke depan anak saya masuk SMA,” tutur Husra sembari melempar senyum tipis penuh optimis.

Ia mengaku, bahwa saat penanaman jagung dirinya juga dibantu Dinas Pertanian Pertanian. Untuk bibitnya diberikan oleh Pemdes Muhajirin.

“Kalau untuk jonder tanah dari dinas pertanian, kalau bibit dari desa, tapi masalah pupuk saya yang racik sendiri. Saya sudah minta di Pertanian, tapi mereka belum kasih,” akunya.

Ditanya hasil panen akan dijual ke mana, Husra menimpali “Menunggu dari pemdes”.

“Nanti Pemdes Muhajirin datang cek dulu, setelah itu saya jual di pasar, sekarang jagung cukup laku kalau dijual di pasar,” ujar pria pekerja keras itu.