poskomalut, Hasil uji laboratorium terhadap dua sumber air di Kota Ternate pascakebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru belum menunjukkan indikasi pencemaran pada empat parameter yang diperiksa.

Pengujian logam berat masih diperlukan untuk memastikan kualitas air secara lebih menyeluruh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Muslim Mohamad menyatakan, hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi kondisi sumber air pascakebakaran TPA.

Meski demikian, hasil uji yang tersedia belum dapat dijadikan jaminan bahwa air tersebut aman untuk langsung dikonsumsi.

DLH mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kelayakan air sebelum digunakan, terutama untuk kebutuhan air minum.

Pengujian lanjutan terhadap parameter logam berat diperlukan guna mengidentifikasi kemungkinan kontaminasi yang belum terdeteksi dalam pemeriksaan sebelumnya.

Air dari kedua sumber tersebut dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya sepanjang memenuhi persyaratan kualitas yang berlaku.

“Khusus untuk konsumsi, masyarakat dianjurkan melakukan pengolahan terlebih dahulu dan memastikan air memenuhi standar kesehatan air minum,” ungkapnya, Senin (12/10/2026).

Lanjutnya mengatakan, perebusan hingga mendidih bergolak dapat membunuh sebagian besar mikroorganisme penyebab penyakit. Namun, proses tersebut tidak menghilangkan logam berat maupun seluruh jenis kontaminan kimia.

Karena itu, merebus air saja tidak cukup untuk menjamin keamanannya apabila potensi pencemaran kimia belum dipastikan.

DLH akan terus mendorong pemantauan dan pengujian kualitas air secara berkala, serta berkoordinasi dengan laboratorium dan instansi teknis terkait untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kualitas sumber air.

Mag Fir
Editor