poskomalut, Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Erwin Sutanto mengaku pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk beasiswa senilai Rp6 miliar.

“Saya lihat untuk beasiswa tahun ini ada Rp6 miliar tapi saya tidak tahu peruntukannya untuk apa,” aku Erwin kepada poskomalut di Morotai, Rabu (11/6/2025).

Menurut Erwin, pihaknya belum mengetahui alasan efisiensi anggaran pendidikan, karena pemerintah tak hadiri rapat dengar pendapat atau RDP bersama DPRD.

Meski belum diketahui alasan pemutusan kerjasama dengan beberapa kampus, pihaknya menerima informasi dari orang tua mahasiswa yang ikut RDP.

“Kami hanya merespon apa yang kami dapat atau temuan berdasarkan laporan dari orang tua mahasiswa. Kemarin sempat kami RDP, tapi pemerintahnya belum hadir. Kami butuh kejelasan dari pemda,” ungkapnya.

Ketua Wilayah PSI Maluku Utara itu mengaku rancangan efisiensi APBD Perubahan sudah diterima DPRD dan tengah dipelajari.

Di sisi lain, Pemda Morotai terlalu cepat melakukan pemutusan MoU dengan sejumlah kampus di Maluku Utara. Padahal efisiensi bisa dilakukan pada perjalanan dinas dan lainnya.

Menurutnya, efisiensi di bidang pendidikan tidak boleh dilakukan.

“Rancangan efisiensi APBD sudah sampai di DPRD, kemarin saya sempat buka memang tidak ada efisiensi beasiswa atau bidang pendidikan. Makanya saya bilang, apabila Pemda Morotai memberikan surat edaran bahwa pemutusan MoU itu berdasarkan efisiensi, karena di postur APBD saya lihat kok tidak ada, bisa saja saya salah ini masih indikasi ya,” bebernya.

Ia menyatakan, DPRD secara kelembagaan akan kembali menyurat ke Pemda Morotai untuk rapat membahas anggaran pendidikan maupun pemutusan kerja sama dengan sejumlah kampus.

“Nanti kami jadwalkan ulang,” singkatnya.