poskomalut, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua geram dengan pihak rekanan atau kontraktor proyek talud penahan ombak Desa Yayasan, Kecamatan Morsel.

Pasalnya, proyek talud yang dianggarkan senilai Rp4,1 miliar tak menunjukkan progres yang signifikan. Sementara waktu pekerjaan sudah hampir selesai.

Awal mula kemaran bupati terhadap rekanan setelah melakukan sidak ke lokasi proyek, Rabu (3/12/2025).

Rusli melihat langsung material berserakan dan masih sebatas penyusunan batu yang belum sesuai spek. Progres fisik proyek pun baru hampir 65 persen.

“Ini bagaimana kong (bisa) terlambat. Sedangkan batas waktu tara (tidak) lama lagi ,” cetus Rusli di hadapan pengawas proyek dan Kadis PU Morotai serta berapa pejabat lainnya.

Dengan nada tegas, Rusli meminta kontraktor proyek tersebut segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum akhir Desember 2025.

“Kalau apa kong bilang di kontraktor cepat kasih selesai, karena batas waktu tidak lama lagi,” tegas Rusli.

Bupati berkeinginan bahwa proyek tersebut bisa selesai tepat waktu. Juga terhindar dari denda keterlambatan maupun dari masalah lainnya.

Proyek tersebut sudah cair Rp1,2 miliar dari total anggaran Rp4,1 miliar.

Untuk diketahui, proyek tersebut selesai ditenderkan di ULP 5 Agustus 2025.

Pekerjaan fisik dengan kode tender 10068293000 bersumber dari DAU 2025 itu diikuti oleh diikuti 12 perusahaan dalam proses lelang. CV Bangun Pratama keluar sebagai pemenang tender.