poskomalut.com
baner header

Diduga Ada Pungli di Festival Pulau Morotai

MOROTAI-PM.com, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pulau Morotai diduga melakukan pungutan liar (Pungli) pada kegiatan festival Morotai. Dugaan pungli yang dilakukan dispora itu pada saat rangkaian pertandingan bola perebutan piala Bupati CUP yang akan digelar pada 10 November 2019. Bahkan, dikabarkan setiap kesebelasan harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta. Sedangkan peserta yang mendaftar sudah mencapai 120 tim. Hal tersebut juga diungkapkan salah satu manajer tim yang enggan namanya dikorankan.”Torang juga sudah bayar uang pendaftarannya Rp 1,5 juta. Kalau tim lokal biayanya itu tapi kalau instansi luar itu Rp 2,5 juta dan sekarang yang mendaftar itu mencapai ratusan tim,”ungkapnya.

Menurutnya, jika pertandingan bola dengan model seperti itu patut dipertanyakan karena  pertandingan bola itu rangkaian dari hajatan daerah yakni festival Morotai. Dengan demikian, ada yang tidak beres dengan kegiatan itu.”Ini kan hajatan daerah. Festival Morotai dan didalamnya itu ada rangkaian bola kenapa harus ada pungutan, “jelasnya.

Dikatakannya, pungutan itu sangat memalukan karena ini terkait dengan kebijakan Bupati Benny Laos yang menggratiskan seluruh kegiatan maupun lomba karena kesemuanya itu bertalian dengan festival Morotai.”Artinya ini harga diri Bupati Benny Laos. Ini pelecehan terhadap bupati. Masa kegiatan festival harus ada pungutan, ataukan Bupati melegitimasi pungutan itu dan apakah itu masuk perda atau perbub. Sementara hadiahnya Rp 400 juta itu pun konon katanya potong pajak. Padahal yang namanya hadiah itu tidak potong pajak tapi di bola ini katanya ada,”cetusnya.

Sementara itu Kadispora Morotai Yanto A Gani beberapa waktu lalu mengaku pihaknya meminta setiap tim kesebelasan harus membayar uang pendaftaran lantaran dalam item kegiatan pertandingan bola tidak dianggarkan biaya lainnya.”Yang dianggarkan hanya hdiah Rp 400 juta saja sementara biaya lainnya tidak ada,”terangnya.

Biaya yang lain dimaksud lanjut Yanto, yakni kontrak wasit yang punya sertifikasi serta biaya tak terduga lainnya.”Karena tidak dianggarkan makanya harus ada biaya pendaftaran,”singkatnya. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: