Dinas Pariwisata Morotai Diduga Sulap Anggaran Media Miliaran Rupiah

Ilustrasi.

MOROTAI-pm.com, Pemerintah Kabupateng Morotai melalui Dinas Pariwisata ternyata bukan hanya menganggarkan uang senilai Rp2,8 miliar pada 2023 untuk kerja sama media mempromosikan wisata.

Namun, pada tahun sebelumnya yakni 2022 Dinas Pariwisata Morotai juga menganggarkan dana sebesar Rp2,5 milyar untuk item yang sama (kerja sama media massa lokal maupun internasional baik cetak, online) maupun lainnya.

Ini didasarkan pada dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Morotai tahun 2022 dengan nomenklatur penguatan promosi melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya baik dalam dan luar negeri senilai Rp2,5 miliar.

Hanya saja, anggaran yang digolontorkan itu tidak diterima perusahaan media di Kabupaten Morotai. Hal itu kemudian diungkapkan sejumlah pekerja media, Selasa (1/8/2023).

"Kalau anggaran kerjasama untuk promosi parawisata dengan media di Morotai tidak pernah ada,” ungkap salah satu pekerja media.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan anggaran tersebut, karena memang tercantum jelas kerjasama yang dituangkan dalam APBD 2022.

“Nomenklaturnya tertuang di APBD 2022 jelas, tapi kenapa tidak ada kerjasama dengan media. Olehnya itu, kadis harus menjelaskan itu, karena terkait dengan uang negara,” cetusnya kepada awak media.

Sementara, Kapela Dinas Pariwisata Morotai, Kalbi Rasyid berdalih bahwa di dalam dokumen APBD bisa saja item anggarannya lain dan realisasi belanja tidak harus sesuai.

"Ada kalanya di dokumen itu lain, tapi realisasinya lain, misalnya yang Rp200 juta itu, iya tahun ini juga ada belanja peralatan perangkat media, itu untuk pembuatan website saya juga baru dikasih tahu kemarin dia pe (punya) hasil dari konsultan. Torang (kami) punya tersendiri, jadi itu aplikasi kemudian ada pembuatan aplikasi tapi itu langsung dari konsultan itu, ada peralatan yang dibuat, itu bukan kerjasama dengan media," ujarnya.

Komentar

Loading...