Disdik Ternate dan DPRD Dorong Perwali Satuan Harga Sarana Khas Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ternate, Muslim Gani.

TERNATE-pm.com, Dinas Pendidikan Kota Ternate bersama Dewan Perwamilan Rakyat (DPRD) mendorong penerbitan Peraturan Walikota (Perwali) tentang Satuan Biaya Seragam Khas Sekolah tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

Usulan penerbitan Perwali disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Ternate berasama dinas pendidikan dan sejumlah kepala sekolah, Selasa (02/08/2022) kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ternate, Muslim Gani mengungkapkan, setiap sekolah tidak dibenarkan memungut biaya sarana prasarana kepada siswa baru.

“Kalau untuk seragam sekolah seperti di SMP, putih biru, SD putih merah dan pramuka, harusnya diberikan kebebasan kepada orang tua wali murid. Silahkan membelinya di tempat mana saja. Jadi, sekolah tidak bisa mengatakan atau menerapkan bahwa sarana prasarana itu wajib diselesaikan orang tua wali murid," ujarnya.

"Kami dan DPRD sudah sepakati untuk sama-sama mendorong agar diterbitkan Perwali tentang satuan harga seragam khas sekolah," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPRD Ternate, Nurlelas Syarif mengatakan, dalam RDP tersebut telah disepakati beberapa poin penting seperti variasi harga seragam.

"Kita akan normalisasi sesuai dengan acuan regulasi. Selain seragam sekolah, akan diinput apa yang menjadi usulan dari masing-masing sekolah. Baik batik, seragam olahraga, rompi dan lain lain sebagainya menjadi seragam khas sekolah lokal,” kata Nela, sapaan karib Nurlela.

Ia menambahkan, untuk tahun ajaran kali ini ada beberapa sekolah diminta kembalikan biaya-biaya yang sudah masuk ke BOS reguler.

“Contohnya seperti sampul laport. Dan, ketika ada siswa-siswi yang belum membayar sarana prasarana yang sudah disepakati oleh komite sekolah, kami minta tidak lagi membuat penekanan dengan 'dalil wajib’ kepada orang tua wali," tegas Nela.

Komentar

Loading...