Dispar Morotai Anggarkan 2,8 Milyar untuk Media Lokal dan Luar Negeri

Kadispora Morotai, Kalbi Rasyid.

MOROTAI-pm.com, Di tahun 2023, Dinas Parawisata (Dispar) Kabupaten Pulau Morotai mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,8 milyar kepada media massa baik cetak, elektronik, online dan media lainnya.

Alokasi anggaran bernilai milyaran rupiah itu dalam rangka promosi parawisata yang ada di Kabupaten Morotai.

Dari data yang dikantongi media ini, berdasarkan dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 khusus di Dinas Parawisata, terdapat item kegiatan yang bernilai Rp2,8 milyar. Item itu terdapat belanja barang dan jasa kantor serta kegiatan penguatan promosi melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya baik dalam dan luar negeri.

Hanya saja, anggaran itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan lantaran yang diterima media yang dikontrak itu berbeda dengan di dalam dokumen APBD.

“Tong baru beberapa kali ikut kegiatan, tapi kalau dihitung-hitung sampai saat ini tidak sampai 12 juta,” ungkap salah satu pekerja media kepada poskomalut.com, Senin (31/7/2023).

Terkait masalah anggaran publikasi bernilai milyaran rupiah, sejumlah awak media berupaya mengkonfirmasi langsung ke Kadis Parawisata Morotai, Kalbi Rasyid di ruang kerjanya.

Ketika awak media menanyakan masalah itu Kalbi mengaku tidak ada kegiatan parawisata yang kerjasama dengan media di Morotai.

"Sampai hari ini, saya tidak pernah kerjasama dengan media di Morotai. Saya tidak tahu itu karena jika ada kegiatan publikasi biasa nama seperti itu tapi publikasi yang dilaksanakan dinas parawisata," bantahnya.

Menurutnya, jika terdapat anggaran yang berkaitan dengan kerjasama, maka pihaknya harus melakukan kerjasama dengan media.

"Kalau seperti itu kan tong harus kerjasama dengan media, tidak ada kerjasama dengan dinas parawisata,” katanya.

Kalbi mengaku baru mengingat ada alokasi anggaran tersebut setelah ditanyai lagi oleh awak wartawan. Ia mengatakan bahwa item kegiatan itu bukan kerjasama dengan media, namun berbentuk belanja peralatan untuk parawisata.

"saya baru ingat, iya tahun ini juga ada belanja peralatan perangkat media, itu untuk pembuatan website saya juga baru dikasih tau kemarin dia pe hasil dari konsultan. Torang punya tersendiri, jadi itu aplikasi kemudian ada pembuatan aplikasi tapi itu langsung dari konsultan itu, ada peralatan yang dibuat, itu bukan kerjasama dengan media,” terangnya.

Ia kemudian menambahkan bahwa selain belanja peralatan website. Anggaran 2,8 milyar itu termasuk di dalamnya kegiatan promosi yang lain.

Komentar

Loading...