Ditanya Soal DBH, Kabid Akuntansi BPKAD Morotai Mala Usir Dua Jurnalis

Kabid Akuntansi DPKAD Morotai, Riyah.

MOROTAI-pm.com, Sikap tak terpuji ditunjukan Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi BPKAD Pulau Morotai, Riyah kepada awak media.

Ini menyusul pengusiran dua wartawan media online yang hendak mengonfirmasi mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) dari Provinsi Maluku Utara ke Pemda Morotai.

Bahkan, pengusiran terhadap para kuli tinta itu sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Ada beberapa Kabid-kabid di sini yang pernah komentar sehingga mereka dipindahkan ke (Sopi) Morotai Jaya. Jadi kalau di sini Kabid-Kabid di (BPKAD) berkomentar itu salah, dan kalau bapak bukan pegawai di sini ya silakan keluar, di sini ada aturannya,” ujar salah satu jurnalis yang mengutip pernyataan Riyah.

Setelah mendapatkan jawaban tersebut, ia kembali menanyakan aturan apa yang dipakai, sehingga jurnalis tidak bisa melakukan konfirmasi, namun Riyah tetap bersikukuh mengusirnya.

“Kabid itu bilang, silahkan keluar dari ruangan. Jadi pak keluar sudah, karena saya lagi emosi, saya lagi kerja, jadi silahkan keluar oke. Jadi bapak silahkan keluar, saya sudah jawab baik-baik toh, saya tidak mau menjawab silahkan keluar,"kata Riyah dengan nada tinggi dan langsung mengusirnya kembali.

"Bapak kerja, saya juga kerja. Kalau mau konfirmasi langsung di sana saja, jadi silahkan keluar,” cetusnya sembari meminta temannya untuk memotret jurnalis yang mewawancarainya.

Setelah kejadian itu, Riyah kembali berulah dengan mengusir salah satu pekerja media lainnya. Peristiwa pengusiran itu terjadi pada Rabu (2/8/2023) di ruangan BPKAD.

Saat itu jurnalis salah satu media online itu menanyakan soal DBH, namun yang didapatkan adalah jawabn arogan dengan nada yang tidak sopan.

“Beritakan lagi da saya tidak urusan, kalau konfirmasi di BPKAD itu langsung di satu pintu kan sudah bilang ulang-ulang,"katanya dengan nada keras sambil menyuruh jurnalis itu keluar.

Padahal, awak media sudah menjelaskan bahwa terkait masalah DBH, pejabat bupati Morotai Muhammad Umar Ali juga meminta para jurnalis untuk mengkonfirmasi langsung ke bagian keuangan.

"Tarada, sepanjang ibu Kaban (BPKAD) tidak perintahkan saya. Nanti saya lansung ketemu dengan pak bupati, saya sampaikan kalau saya tidak mau kase data itu," tegas Riyah.

"Menunggu sampe kiamat juga ndak akan saya kase data ini, kecuali pak bupati minta lansung ke saya,” cetus Riyah.

Komentar

Loading...