Dugaan Pungli di Disdik Ternate Kembali Mencuat

Ilustrasi.

TERNATE-pm.com, Dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan Kota Ternate kembali mencuat. Terbaru, ada dugaan pungli berkedok partisipasi upacara HUT RI.

Kabar ini terkuak setelah Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muslim Gani ditunjuk menjadi ketua panitia lokal peringatan HUT Ke-78 RI tahun 2023.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pungutan jutaan rupiah tersebut dibebankan kepada seluruh TK, SD dan SMP di Ternate. Muslim Gani bahkan dikabarkan sudah rapat bersama seluruh kepala-kepala sekolah di ruangannya pada Senin-Selasa kemarin.

Dalam rapat itu selain membahas metode dan kesepatan partisipasi, Muslim juga menekan setiap sekolah untuk tidak membocorkan hasil rapat ke publik. Informasinya, sudah ada tiga SMP yang menyetor biaya partisipasi tersebut.

Sesuai data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, total TK, SD dan SMP di Kota Ternate sejumlah 239. Jika diakumulasikan Rp1 juta setiap sekolah, maka totalnya ditaksir mencapai Rp239 juta. Angka ini lebih besar menjadi Rp478 juta apabila seluruh sekolah menyetor Rp2 juta.

Salah satu sumber terpercaya media ini  membenarkan dugaan pungli tersebut. Ia juga tak menampik jika Muslim Gani sudah melakukan rapat dengan seluruh kepala-kepala sekolah.

“Dia (Muslim Gani) bilang panggil rapat, tapi rapat per gugus. Kalau panggil semua katanya yang lain akan tidak datang, makanya panggil secara gugus saja,” katanya, Rabu, (2/8/2023).

Sumber yang meminta tidak disebutkan namanya ini menyebut, pungutan dengan alasan partisipasi peringatan HUT RI baru kali pertama terjadi. Kata dia, di tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada.

“Kalau kurang dari Rp1 juta tara (tidak) mau ambil. Torang (kami) mau tanya tapi takut, jadi cuma diam saja. (pak kadis) juga bilang tidak boleh cerita di luar. Setahu kami hajatan nasional seperti ini sudah ada anggarannya, tapi kenapa bebankan lagi ke kita pihak sekolah,” ujarnya.

Terpisah, Muslim Gani dikonfirmasi mengiyakan pungutan termaksud, namun beberapa detik kemudian ia ralat dengan mengalihkan jawaban lain sembari menyentil dugaan pungli pada saat PPDB online beberapa waktu lalu.

“Tapi jangan dulu dipublis, tunggu hari Jumat sudah,” singkatnya saat dijumpai awak media di kantornya.

Komentar

Loading...