poskomalut, Sudah enam bulan belasan guru honorer yang bertugas di Taman Kanak Kanak (TK), PAUD dan Sekolah Dasar (SD) melaksanakan tugasnya, namun hingga kini mereka tidak diberikan gaji oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Morotai.

“Dari Januari sampai Juni ini masuk enam bulan mengajar, tapi Pemda Morotai tidak kasih gaji,”keluh beberapa guru honorer kepada media ini, Minggu (22/6/2025).

Mereka mengaku, hanya beberapa orang guru yang mendapat gaji lewat anggaran desa, karena terdata sebagai petugas di desa setempat. Sedangkan, guru honorer yang bekerja di bawah dinas pendidikan tidak mendapatkan gaji.

“Kalau yang dapat kontrak di desa, maka mereka dapat gaji, tapi dari dinas tidak ada gaji, kalau ditanya harus ada SK honorer baru bisa mengajar? pertanyaan itu harus dijawab, kalau misalnya para honorer tidak mengajar, maka ada banyak sekolah terjadi kekosongan guru, sehingga para guru honor tetap mengajar, dengan harapan bisa digaji pemda,”terang mereka.

Para juga meminta kepada Bupati Rusli Sibua bersikap adil. Sebab, di tahun ini terdapat tenaga honorer di bawah Dinas Kesehatan yang dibayar hak mereka. Sedangkan untuk tenaga guru honorer tidak diperhatikan.

“Pendidikan dan kesehatan itu wajib diperhatikan, ada tenaga honorer di kesehatan dibayarkan gajinya, tapi kenapa tidak untuk guru honor, ini tidak adik. Kami berharap pak bupati bijak melihat pendidikan juga terutama guru honor,”pinta mereka.

Kepala Dikbud Morotai, Basri Sabadar belum bisa dihubungi hingga berita ini naik tayang.