GPM Malut Soroti Pelantikan Kepsek SMP di Ternate

Surat undangan dan pembatalan pelantikan.

TERNATE-PM.com, Pelantikan kepala sekolah SMP di Kota Ternate, yang digelar pada Jumat (13/5/2022) dinilai ada yang tidak beres.

Pasalnya, dalam pelantikan itu, terdapat salah satu kepala sekolah yang lulus tes asesmen dengan nilai pasing grad tertinggi mendapat undanga pelantikan justeru tidak dilantik. Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Malut, Sartono Halek.

“Kami menduga ada hal yang tidak beres dengan pelantikan itu. Pasalnya, tiba-tiba beberapa jam kemudian, surat pembatalan Kepsek menyusul dan namanya digantikan dengan orang lain alasan kekeliruan dan kesalahan administrasi,” ujarnya.

Menurutnya, jika Pemerintah Kota Ternate beralasan ada kekeliruan atau kesalahan dalam administrasi, mengapa tidak dari awal dilakukan kroscek.

“Ini kan sudah tinggal beberapa jam lagi pelantikan dan kemudian tiba-tiba ada perubahan. Ini aneh. Kasihan juga orang sudah persiapan datang tiba-tiba namnya digantikan orang lain. Sementara yang namanya tidak diundang tapi ada dalam pelantikan,” sesalnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, GPM Malut mendesak Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, segera mengevaluasi dan mencopot kepala dinas terkait.

“Dan, kami juga meminta Wali Kota Ternate mengklarifikasi dan memberi penjelasan terkait dengan hal ini,” desaknya.

Sekedar diketahui, surat pembatalan pelantikan Kepsek SMP atas nama Saiful Hasan dan digantikan Yusra Abas, tertuang dalam surat pemberitahuan dengan nomor : 877/1587/2022 yang dikeluarkan Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Dumber Daya Manusia Daerah (BKPSMD), Jawan Lesay.

Komentar

Loading...