poskomalut, Belasan guru honorer di Kabupaten Pulau Morotai yang bertugas dari tingkat TK/Paud hingga SMP menjerit.

Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Morotai tunggak gaji mereka selama lima bulan.

Padahal, gaji yang ditunggak merupakan harapan bagi para honorer untuk mencukupi atau menghidupi keluarga.

“Belum dibayar dari Bulan Juli sampai November, jadi dihitung sudah 5 bulan ini,” ungkap salah satu guru honorer kepada media ini, Senin (3/11/2025).

Dikbud Morotai kata dia, bekerja tidak profesional. Sebab, para guru honor ditekan untuk disiplin mengajar, namun dinas mengabaikan hak mereka.

“Kalau pegawai itu ada gaji, kalau malas tahan TPP, kalau honor hanya mengharapkan gaji, kalau TK/Paud gajinya Rp800 ribu, SD dan SMP itu Rp1,2 juta. Artinya kalau gaji itu ditahan lalu mau makan apa?,” tanya dia dengan nada kesal.

Ia melanjutkan, dinas jangan beralasan absensi belum dimasukkan, sehingga gaji belum dibayar. Menurutnya, alasan itu tidak masuk diakal.

“Saat ini dinas ada minta absensi, kenapa tidak diminta setiap bulan, sehingga jika absensi setiap bulan diikuti dengan pembayaran gaji,” bebernya.

“Informasinya dinas hanya bayar dua bulan, yakni bulan Juli dan Agustus. Sementara saat ini sudah masuk November, pertanyaannya bulan September Oktober hingga Desember dibayar kapan, ini manajemen seperti apa ini,” sambungnya sembari meminta seluruh perangkat di Dikbud Morotai harus dievaluasi.

“Kami minta Pak Bupati Rusli Sibua evaluasi kinerja Dikbud Morotai yang tidak becus itu,” pintanya.