Hotel dan Resto Ternama di Ternate Tunggak Pajak Miliar Rupiah, Sudah Ditagih Belasan Kali

Kepala BP2RD Kota Ternate, Jufri Ali.

TERNATE-pm.com, Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate mengonfirmasi beberapa pelaku usaha menunggak pajak miliaran rupiah.

Kepala BP2RD, Jufri Ali mengungkapkan pelaku usaha di Kota Ternate yang menunggak pajak adalah Hotel Daffam dengan nilai Rp2 miliar, Royal’s Resto Rp1 miliar lebih untuk pajak hiburan. Dan, pajak galian C milik Hi. Ahmad Kamaluddin sebesar Rp600 juta serta Jamaludin Wua senilai Rp300 juta.

Besaran tunggakan pajak itu sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara pada 2020, tahun anggaran 2018-2019.

Selanjutnya, tugas BP2RD menerbitkan Surat Ketetapan Kurang Membayar (SKKM). Namun, surat yang dilayangkan sebanyak 15 kali itu mendapat klarifikasi dari para pelaku usaha tersebut.

“Menurut mereka itu terlalu besar nilainya, dengan berbagai alasan, seperti ada piutang juga terhadap mereka,” ujarnya.

Jufri mempertanyakan langkah para pengusaha  yang tidak memberikan klafirikasi sebelum LHP BPK dikeluarkan. Karena, kata dia, pihaknya hanya menindak lanjuti temuan BPK dengan menerbitkan SKKM untuk penagihan.

Dirinya juga menyarankan kepada para pelaku usaha untuk melayangkan komplain kepada BPK. Meski begitu, BP2RD tetap menindaklanjuti klarifikasi tersebut dengan menerbitkan surat ke Inspektorat sebagai lembaga audit internal Pemerintah Kota Ternate untuk menindaklanjuti.

“Karena di sini (BP2RD) belum ada bidang pemeriksa pajak, SDM nya belum ada itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Jurfi menyatakan, salah satu langkah tegas yang diambil adalah berkoordinasi dengan OPD terkait yakni Satpol PP untuk menyegel tempat usaha tersebut apabila tidak memiliki itikad baik melunasi piutang pajak kepada Pemerintah Kota Ternate.

Komentar

Loading...