poskomalut, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pulau Morotai sudah melakukan tender terhadap lima proyek rekonstruksi bangunan penguat tebing senilai Rp33,8 miliar.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini melalui LPSE Morotai, proyek yang sudah ditayangkan melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Proyek yang dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 di antaranya rekonstruksi bangunan penguat tebing/pantai Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan senilai Rp3,6 miliar.
Proyek tender itu diikuti 29 perusahaan, dimenangkan CV Ardiansah Karya beralamat di Desa Were Kabupaten Halteng.
Pada tender kedua rekonstruksi bangunan penguat tebing/pantai Desa Cio Derong-Desa Cio Maleleo Morselbar senilai Rp10,2 miliar. Proses tender diikuti 23 perusahan dan dimenangkan CV Citra Wanita Indonesia beralamat di Tobeleu Ternate Utara.
Sedangkan pembangunan penguat tebing/pantai Desa Sangowo Desa Sangowo Barat, Mortim senilai Rp8,1 miliar.
Dalam proses tender di ULP diikuti 26 CV. Namun, dalam tahap seleksi dimenangkan CV Ketiadaan Menjadi Ada beralamat di jalan Buaile Gura, Kabupaten Halmahera Utara.
Rekonstruksi bangunan penguat/tebing Desa Mandiri Morsel, berdasarkan hasil tangkapan di LPSE, terdapat 27 perusahaan yang mengikuti proses tender. Namun, CV Alfa Rizi keluar sebagai pemenang tender. Perusahan tersebut beralamat di Kelurahan Jati Kota Ternate.
Sedangkan proyek pembangunan kantor pemerintahan tahap III yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Morotai sudah dipublikasi senilai Rp2,4 miliar. Hanya saja, prosesnya baru sebatas pengumuman pasca kualifikasi.
Terkait proses tender sejumlah proyek, Kepala Bagian (Kabag) ULP Morotai Hasbi Junus belum berhasil dikonfirmasi media ini. Dikabarkan, masih berada di luar daerah.



Tinggalkan Balasan